Godaan Mama Muda
"Tapi aku takut bahagia itu datang dengan harga."
Maya memandang ke luar jendela. "Semua bahagia punya harga, Radit. Yang penting kita yang tentuin harganya, bukan orang lain."
Malam itu di rumah, Kara tidur lebih cepat dari biasanya, kelelahan main seharian. Radit masuk ke kamarnya untuk mematikan lampu tidur. Di meja belajar, ada gambar baru lagi, Kara dan Arka di ayunan, tangan mereka saling bergandengan. Di bawahnya tulisan besar, "Adikku terbaik".