MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN
Seumur hidupnya, yang ia tahu tentang galeri hanyalah ruang penuh kursi kayu, meja makan kuno, dan hiasan tembikar.
“Liam, pekerjaan apa itu?” Isabel akhirnya menoleh pada putranya dengan wajah polos.
Liam mendesah dalam hati. Ia tahu ibunya tidak akan mengerti istilah rumit yang baru saja keluar dari mulut Chatrine. Maka ia spontan melontarkan kebohongan.
“Bu, dia cuma… praktek studi. Untuk mata kuliahnya di jurusan seni.” Liam berkata sekenanya, sambil pura-pura mengelap sisa oli di tangannya agar terlihat sibuk.