Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Baginda, Tuan Putri Merayumu

Baginda, Tuan Putri Merayumu

Setelah merapikan riasan rambut Yasmina yang rumit, Voya menyodorkan secangkir teh herbal hangat yang masih mengepul. “Silakan diminum dulu, Tuan Putri. Ini campuran chamomile dan mint yang biasa hamba buatkan agar Anda bisa bernapas lebih lega.” Yasmina menerima cangkir porselen itu. Saat uap teh menyentuh hidungnya, ia segera menjauhkan cangkir tersebut. Keningnya berkerut dalam, matanya menatap cairan di dalamnya penuh curiga.
1019.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai cat rambut milk tea
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan Palsu

Bukan Pernikahan Palsu

Perempuan itu berseru dengan excited, mendapati sebuah bangunan dengan dekorasi bernuansa pink yang lucu. "Agak jauh, tapi nggak mengecewakan, iya kan?" sahut si pegawai dengan riang. Rissa mengangguk, dengan tak sabar membuka pintu kaca kafe kecil itu. Matanya berbinar-binar begitu melihat bagaimana isinya. Bau manis seketika menyeruak memenuhi indera penciuman. Rissa memesan Milk Tea dan sepotong Red Velvet cake karena tidak bisa mengkonsumsi kopi. Air liurnya nyaris menetes saat melihat kue merah pekat dengan rasa agak asam itu.
8.4150.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai cat rambut milk tea
Baca
+Pustaka
Carinya Daddy Dapetnya Baby

Carinya Daddy Dapetnya Baby

“Oke. Mau popcorn yang caramel, ya? Minumnya Lychee Tea aja.” Langit mengangguk. Ia kemudian berbicara dengan sang kasir. “Caramel Popcorn yang M dua ya, Mbak. Lychee Tea satu, es kopi susu pandan satu, sama air mineral satu.” “Baik. Saya ulangi ya, Kak. Caramel Popcorn M dua, Lychee Tea satu, Es Kopi Susu Pandan satu, air mineral satu. Atas nama siapa?” “Langit.”
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai cat rambut milk tea
Baca
+Pustaka
Red in Us

Red in Us

ledek Katha. “Apa, sih,” sahut Rabu sambil mengangkat cangkir green tea lattenya. Rabu kali ini memang tidak memesan cokelat atas paksaan Katha. Padahal Rabu sendiri tidak melarang Katha memesan secangkir hot americano.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai cat rambut milk tea
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

Dan belok… “Oh iya, kamu belum pesan minum lho nak. Ayo pilih, mau minum apa…!” ucap Tuan Bern memperbesar tampilan menu yang terpajang di dinding, menampilkan daftar menu minuman yang disajikan di dalam restorannya. “Tidak perlu repot-repot paman! Cukup seperti biasa-” “-taro milk tea saja!” “Taro milk tea, kan?!” ujar keduanya berbarengan dengan semangat. Melihat itu Nyonya Bern terkekeh.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai cat rambut milk tea
Baca
+Pustaka
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Ia menyisip dari gelas kertasnya. “Apa itu?” tanya Arkana, sekilas aroma krim dari minumannya lewat di depan hidungnya. “Matcha. Aku suka matcha,” kenang Cantra yang entah pada apa. “Boleh kucoba?” “Ini sangat manis, nanti kamu akan merasa mual.” Tapi, Cantra tetap mengulurkan gelas kertas miliknya. Arkana mencicipi minuman itu sedikit, lalu mengakui, “Kamu perempuan yang sulit ditebak.”
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai cat rambut milk tea
Baca
+Pustaka
Fake Marriage

Fake Marriage

jelasnya sambil meletakkan nampang yang dibawanya itu di atas meja. “Ohhh ternyata aromanya sangat enak yah.” Bambang menghirup aroma teh yang baru saja di dituang oleh Rachel. Ini adalah teh hijau khas dari kampung Ibu saya pak. Pokoknya sangat bagus untuk kesehatan. Hanya 100 ribu per kotaknya. Kalau beli 5 dapat gratis 1. Aku akan sangat senang jika bapak menjadi membership dengan kami. Aku sebenarnya bukan penjualnya langsung. Aku hanya menyarankannya pada bapak untuk membelinya. Hehehe, maafkan aku yang terlalu cerewet. Soalnya Ibuku akan sangat senang jika ia memiliki banyak anggota.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai cat rambut milk tea
Baca
+Pustaka
A BINDING STORY (Baby Girl)

A BINDING STORY (Baby Girl)

Pertanyaanya, martabak manis atau telor? Raveena : Thai tea “Ish, ngelunjak kau! Di tawarin apa mintanya apa,” cibir Rasen menoleh pada Raveena yang ikut duduk di sampingnya juga. “Habisnya kita kek orang goblok Sen. Duduk deketan masih aja chattingan,” balas Raveena memutar bola matanya malas. Rasen menggedikan bahunya acuh. “Sengaja sih, biar hape lo nggak sepi-sepi amat.”
1014.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai cat rambut milk tea
Baca
+Pustaka
Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia

Rara ketakutan, ia bisa merasakan aura sekelilignya menghitam. Curr Di belakangnya, Lia menumpahkan cola ke rambut Rara. “Serius lo gak tau?” terdengar dari nada suara Lia yang tampak menahan tawanya. Rara mengangkat kepalanya , ia terdiam sebentar “masalah di kantin?“ tanya Rara ragu. Curr Kali ini. Mia menumpahkan fanta ke rambut Rara “Kelamaan jawabnya, jangan ragu,” kata Mia.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai cat rambut milk tea
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status