SUJUD TERAKHIR EMAK
“Kenapa, Mbak? Apa seburuk itu melihat aku menikah dengan orang yang aku cintai?”
Rini menepuk tas mahal yang tersampir di lengannya, lalu mendekat sedikit. “Coba kalau kamu nikah sama orang kaya, Man. Percaya deh, aku pasti datang. Aku bakal duduk paling depan, pakai baju bagus, kasih selamat sambil senyum lebar. Karena itu pernikahan yang pantas buat kamu. Tapi sama Sita?” Ia mendengus lagi, “perempuan kampung yang kerjaannya cuma nempel kain-kain itu? Tidak. Aku nggak punya waktu untuk menghadiri pesta murahan.”