Ibu Susu Polos Pak Boss
Kurang sabar apa dia, meladeni suami yang minta jatah sehari tiga kali, anak lelaki yang bercita-cita menjadi pemain bola dan ibu mertua yang kalau seharian di rumah saja bisa uring-uringan.
Mereka berpindah ke pot lain. Davina menyebutkan satu per satu tanaman yang pernah ia rawat—ficus, serut, cemara udang, bougenville, hingga sayur-mayur hidroponik. Semua ia ungkapkan dengan nada santai, seolah semua itu hal biasa saja baginya.
“Davi,” ucap Nayla di penghujung tur kecil itu. Ia mengulurkan tangan, senyumnya merekah. “Kamu saya terima.”