Silakan Ambil Suami Berengsekku, Dik!
bisik Sifa, meremas ujung jaket suaminya.
Tian, yang mengenakan kaos loreng ketat khas tentara dengan celana hijau cargonya, hanya tersenyum tenang sambil membetulkan posisi duduknya.
"Dari cerita kamu, ini bukan cuma urusan rumah tangga atau privasi orang, Dek. Ini udah kriminal bahkan melibatkan anak di bawah umur. Lagian, Mas lagi gabut. Daripada cuti cuma rebahan di rumah, mending kita selamatin mental anak kecil."