Suruh Siapa Kawin Lagi
Tak kuasa membaca semuanya, Neneng segera mematikan ponsel dan menyimpannya ke dalam tas, puluhan komentar yang menjelekkan dirinya bagaikan ribuan anak panah yang menghunus dadanya, sakit sekali.
Mereka memang bener, aku dan Mutia bagaikan langit dan bumi, dia cantik, putih, tinggi dan pintar juga wanita karir, tapi sayang umurnya sudah tua dan belum menjadi perempuan sempurna.
Neneng meracau seorang diri, hatinya benar-benar panas terbakar, tanpa fikir panjang ia segera menelpon kakak madunya itu.
Bab Populer