STATUS WA ADIK IPARKU
"Aku selalu bisa tahu apapun, Lidya. Jadi kuingatkan jangan main-main denganku. Ada banyak orang yang bersedia main kotor, menyelidik, mengintimidasi, bahkan membunuh orang lain dengan imbalan uang. Dan kau tahu pasti aku punya banyak uang."
Wajah Lidya memucat mendengar ancaman yang tersirat dari kalimatku. Padahal, tak sedikitpun terlintas dalam benakku melakukan kejahatan seperti yang terakhir kukatakan itu.
"Waktu itu, Riris minta ikut ke diskotik. Dia minum sampai mabuk dan kami kebingungan. Tak mungkin membawanya pulang. Lalu satpam diskotik menawarkan bantuan, membawa Riris ke hotel melati. Eh, disana mereka malah…"
Bab Populer