Terpaksa Menikahi Janda
“Iya, tuan, sebenarnya, saya sangat berbahagia melihat Anda sudah menikah, “ jawab Heri dengan berani. Maklum saja dia juga salah satu sahabatku sejak remaja, Heri anak jalanan yang di ambil papa. Heri dan aku terkadang bisa menjadi teman saat tidak bekerja.
“Kampret lu, tersenyum di atas penderitaan orang lain, “
“Bos, percayalah, setelah malam pertama kalian, saya pastikan bos tidak akan marah-marah lagi dengan saya, “ucap Heri ambigu.
Blushh...
Rona merah terpancar pada wajah Jamilah, aku melirik sekilas kemudian membuang muka kembali ke luar jendela sambil bergumam dalam hati, “dasar janda kampung, seperti gadis belia saja mendengar kata malam pertama wajahnya sudah seperti kepiting rebu