Sentuh Aku Lagi, Sayang!
“Rindu pada sentuhan yang mengerti.”
Kalimat itu seperti kunci yang tepat. Rendra menggeram, akhirnya menunduk dan menangkap satu putingnya melalui kain bra dengan mulutnya. Kehangatan dan kelembapan yang tiba-tiba, disertai tekanan lidahnya yang ahli, membuat Dara terkesiap sungguhan. Sensasinya nyata, menembus lapisan pertahanan dan perhitungannya. Dia mengeluarkan erangan kecil, dan kali ini, separuhnya tidak bisa dia tahan.