CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku
“Karakter cowok buku lo ini emang dingin. Green flag juga, tapi masih kurang nendang. Love language-nya mana? Bikin dia loyal ngasih berlian ke ceweknya kek, atau quality time sambil grepe-grepe ceweknya kek. Please, Gis. Gue udah seneng sama progress lo selama ini. Jangan mundur lagi, dong. Tokoh lo harus bisa bikin pembaca klepek-klepek, kalo perlu teriak histeris rahim mereka anget.”
Gista hanya mengangguk mendengar omelan Lola. Wajahnya datar, tetapi hatinya justru makin gelisah. Fantasi liarnya dengan Akash di mimpi–yang sudah serasa nyata, tetapi berusaha disanggah Gista–masih membayang di kepala. Dan kritikan dari Lola justru membuat fantasi itu semakin dekat dengan kenyataan.
Love la