Sentuh Aku, Pak!
Gue genggam telapak tangannya yang dari tadi bergerak memainkan kukunya gelisah.
"Mau cepat atau lambat, anak itu bukan ajang perlombaan. Dikasih cepat alhamdulillah, dikasih lambat ya sabar aja. Aku juga santai aja kok, mending kita nikmati masa-masa pengantin baru."
Carla mendelik, "Udah bukan pengantin baru kali, Mas!"
"Tapi kita harus kayak pengantin baru terus dong," Gue colek dagunya yang manis. Terus gue tarik pelan pipinya. Merealisasikan keinginan yang dari tadi gue tahan.