Desember Ke-30
Aku meresponsnya dengan senyuman tipis, jemariku meraba permukaan halus buku catatan di pangkuanku.
"Karena terkadang, mengejar seseorang yang memilih untuk berjalan ke arah yang berlawanan hanya akan membuat kita lelah sendiri," jawabku tenang, suaranya terdengar begitu mantap bahkan di telingaku sendiri. "Hidup bukan dongeng di mana semua garis paralel pasti akan menemukan titik temu di ujung cerita. Ada kalanya, kemenangan terbesar dalam hidup adalah ketika kita berani melambaikan tangan, membiarkan mereka pergi, dan kembali fokus merajut kisah kita sendiri."
Mahasiswi itu terdiam, menatapku dengan tatapan kagum yang dalam. "Kalimat itu... dalam banget, Mbak. Kayak ngomong dari pengalaman
Hot Chapters