CUCU YANG DIBEDAKAN
Ia mendekat dan melihat kertas itu di atas meja.
“Ini bukan tulisan Sekar, Adit!”
“Ngapain belain dia?” tanya Adit bersungut.
“Karena dia sahabatku,” ucap Farah lantang.
Aku terharu mendengar jawaban Farah, ia membela sampai seperti itu. Sahabat sejati memang.
“Lagian cuma nama doang, marahnya gitu amat. Emang nama kamu bakalan ngaruh?” Farah masih menyemprot.