Ifat
"Cerewet betul seperti kamu dulu. Kalau soal bisa jalannya yang agak lambat, Kakak sih maklum saja. Kita sekeluarga memang lambat bisa berjalan, apa lagi si bontot.“
Bontot yang dimaksud Farah adalah adik lelaki mereka yang bungsu. Sementara itu, yang diajak bicara masih saja tidak menyahut, dengan matanya yang tetap terpejam."
"Sebentar Farah menarik nafas prihatin, lalu menyapu pandang pada wajah adiknya yang demikian pucat dan tirusnya.
“Tata, kamu marah sama Kakak? Kakak minta maaf ya karena tidak bisa datang di sidang cerai kamu. Zidan sedang sakit waktu itu."
Hot Chapters