Jangan, Mas. Nanti Ketahuan!
“Ya... kalau udah menikah, kita baiknya memang fokus sama keluarga kita sendiri. Istri, anak, kerja, lalu pulang ke rumah. Ngobrol sama pasangan itu penting, bahas kerjaan, urusan dapur, urusan anak, sampai urusan ranjang. Karena menikah itu ternyata isinya cuma ngobrol, sisanya ya bonus kayaknya...”
Mendengar celetukan polos sang ayah mertua soal “urusan ranjang”, tawa Bagas meledak begitu saja. Ia terpingkal-pingkal dengan lepas, seolah ucapan Rumi soal karma buruk tidak sedikit pun mengusik batinnya. Bagas mengangguk-angguk antusias, seakan ia sedang merayakan kemenangan tersembunyi yang baru saja ia rasakan di lantai atas tadi.
Hot Chapters