Takdir bukan Milik Kita
Semua keputusan soal pernikahan ada di tangan aku, km lupa?
Sementara itu di seberang sana, Alsava sedang berada di percetakan undangan, melihat deretan undangan yang cocok untuknya. Dia tidak ingin pernikahan terlalu mewah, tapi tidak memalukan untuk didatangi oleh teman-temannya, keluarga, atau relasi kantor. Meskipun memang hanya pernikahan kontrak, Alsava mau semuanya serba totalitas. Prinsip hiduonya adalah jika tidak lebih baik, maka lebih baik tidak.
Ponsel Alsava bordering, panggilan dari Alan. Alsava mengernyit melihatnya, dan terpaksa menekan tombol hijau sembari mendekatkan benda itu ke telinga.
Hot Chapters