Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ASFHA ZIARA

ASFHA ZIARA

tegas Guru itu. "Denger dong, Pak. Tapi kami itu mendadak menjadi tuli karena detakan cinta dan rasa lebih kencang sehingga membuat kami gila," elak Asfha. Guru itu geram dengan penuturan Asfha yang tak bermutu. "Asfha! Kamu ini selalu saja membuat onar bosan saya menghadapi murid seperti kamu. Lain kali jangan buat saya darah tinggi terus!" ucapnya tegas.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai cerpen hari guru
Baca
+Pustaka
Cerita Cinta Kelas Pekerja

Cerita Cinta Kelas Pekerja

tanya gue "enggak papa lucu aja kalo inget jaman sekolah dulu," kata dia. Dan Echi mulai bercerita tentang dia dan Candra yang dulu di sekolah sering cekcok adu mulut gara-gara hal sepele. Candra emang terkenal sebagai murid yang suka nyontek dan setiap ada kesempatan menangkap basah dia yg lagi nyontek, Echi pasti langsung melapor ke guru yang mengajar. Jadilah mereka sering ribut. Sejauh ini penilaian gue terhdap Echi adalah dia anak yang smart, dia juga pintar membawa suasana dengan candaannya yang fresh. Sama sekali nggak gue lihat kemurungannya akibat broken heart seperti yg diceritakan Candra tadi pagi. Kami lalu larut dalam obrolan ringan sebagaimana dua orang yg baru kenal. Gue sendi
1017.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 507 kali sebagai cerpen hari guru
Baca
+Pustaka
Pusaka Legendaris Sang Guru Besar

Pusaka Legendaris Sang Guru Besar

“Kalau begitu kalian berdua sekarang ikut denganku kembali ke istana—“ “Maaf kalau saya bertindak kurang ajar, sebelum kesalahan pahaman ini melebar. Perkenalkan nama saya Janu dan saya akan menjelaskan semuanya disini.” “Tidak masalah, kamu bisa jelaskan saat diperjalanan. Apa pun hubunganmu dengan Guru, yang harus kamu tahu Guru tidak akan mudah dikalahkan oleh orang biasa. Sehingga tidak mungkin ada yang bisa mencuri papan identitas dari tangan Guru kalau bukan dia yang memberikannya sendiri.”
2.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai cerpen hari guru
Baca
+Pustaka
Istri Kecil Pak Guru Seksi

Istri Kecil Pak Guru Seksi

Arga juga takut Lira malu menjadi pacar berandalan seperti Arga, apalagi Lira anak baik-baik. *** Laura turun dari motor malas-malasan. Noa belum pulang juga, bahkan Arga mendapat kabar jika Noa tidak akan mengajar hari itu, akan digantikan oleh guru lainnya. Laura tidak bersemangat, dia berjalan dengan lesu, sampai membuat adik iparnya kasihan padanya. “Udah jangan cemberut gitu, aku temenin deh sampe kelasmu, atau mau ke kantin? Kayaknya ada yang jualan seblak tuh, ada batagor juga lho.”
9.830.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cerpen hari guru
Baca
+Pustaka
RACUN BERUPA MADU

RACUN BERUPA MADU

"Entahlah Git, aku sendiri tidak tau dengan perasaan aku ini. Hanya saja setiap dekat dengannya, apa lagi diperlakukan sangat baik, membuat jantung berdebar dan rasanya melambung ke awan. Tapi aku malah jadi takut dengan perasaan ini." "Selamat Pagi anak-anak." sapa sang guru kelas yang spontan membuat para murid menghadap ke depan melihat sang guru. Akan tetapi kali ini sang guru tidak datang sendirian, dia bersama seorang laki-laki yang sangat gagah dan berkharisma, hal itu membuat para murid jadi tercengang menatapnya.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 343 kali sebagai cerpen hari guru
Baca
+Pustaka
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

“Maaf, saya bangun telat, Pak!” Telinga dijewer. Mata teman menatap geli. Tertawa sebagai hiburan di pagi hari. Meja kursi protes, tak terima anak itu diperlakukan kejam. Maka dinding mengusam, coretan tangan jahil semakin bertambah. Papan tulis menjatuhkan debu kapur, sementara penghapus hendak melemparkan diri ke wajah guru yang dianggapnya beringas. Kumis hitam sok gagah. Baju cokelat yang setrikaannya rapi pun tak menampakkan kekuasaan, arlojinya menyeringai. Sementara dasi di leher, tak mau ikut campur permasalahan anak adam. Kaca mata yang dikenakan melorot beberapa senti ke hidung.
105.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai cerpen hari guru
Baca
+Pustaka
Anak Dan Suami yang Terpikat Guru Les

Anak Dan Suami yang Terpikat Guru Les

"Mama Vira, stroberi di kue ini manis sekali. Cepat cicipi." Suamiku mengabaikan rasa canggungku. Dia malah tersenyum, lalu mengoleskan sedikit krim ke wajah putriku dan guru les itu. "Panjang umur dan selalu selamat." Melihat mereka bertiga tertawa bersama, tampak begitu manis dan akrab. Saat itu juga, aku benar-benar menyerah. Jadi, aku menelepon dosen pembimbingku dan memilih bergabung dengan program rahasia nasional. Bagaimanapun juga, mengorbankan impian demi orang-orang seperti mereka, sungguh tidak sepadan.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai cerpen hari guru
Baca
+Pustaka
Guru Cantik dan Tetangganya Murid Macho

Guru Cantik dan Tetangganya Murid Macho

Ketika pulang ke rumah, aku menyadari bahwa tetangga di seberang jalan ternyata adalah salah satu murid laki-lakiku. Suatu hari pipa air di rumah tiba-tiba pecah dan suamiku tidak ada di rumah. Murid laki-laki itu bergegas masuk setelah mendengar suara keributan itu dan terkejut ketika melihat aku yang basah kuyup dan tampak berantakan. Detik berikutnya, dia berkata dengan penuh semangat, “Bu Guru, izinkan aku membantumu mengatasinya...”
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai cerpen hari guru
Baca
+Pustaka
Halcyon

Halcyon

Guru itu mulai berdiri dan menulis di papan tulis. Keysa meringis memegang perutnya yang berdenyut sakit bahkan hampir menangis, tetapi memilih menahannya. Senyumnya terukir saat Kayvi meliriknya lalu laki-laki itu memusatkan perhatian pada guru lagi. Ia menepuk perutnya beberapa kali, berusaha untuk memusatkan fokusnya pada pembelajaran. • Teng nong, teng nong. "Sampai di sini pembelajaran kita, sampai jumpa di Minggu selanjutnya," pamit sang guru keluar dari kelas.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai cerpen hari guru
Baca
+Pustaka
My Beloved Partner

My Beloved Partner

Di Akhir Hari Taka membuka jurnal digitalnya. "Hari ke-2. Anak-anak tersenyum. Guru senior menatap tajam. Aku merasa seperti juru masak di restoran elit, dituntut bikin rendang tapi bumbunya harus pakai takaran lama. Tapi... ku yakin, rasa baru tetap pantas dicoba." Wisang mengetik di grup guru daringnya. "Hari ini belajar lagi bahwa jadi guru bukan cuma soal materi, tapi juga manajemen emosi. Termasuk emosi emak-emak."
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai cerpen hari guru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status