Sentuhan Terlarang Dosen Killer
Ingatan seperti gerak-geriknya di kamar hotel, suara napas yang tak seharusnya ia dengar, dan tangan Garda yang sempat menyentuh pipinya dengan lembut, terlalu lembut untuk seseorang yang kini berdiri di depan kelas dengan jas berwarna gelap dan ekspresi tanpa emosi.
Ketika waktu akhirnya menunjukkan berakhirnya kelas, hampir semua mahasiswa menghela napas lega. Tapi bagi Karina, itu bukan akhir dari siksaan, karena Garda masih berdiri di depan, matanya berkeliling seperti sedang mencari sesuatu. Darahnya berdesir cepat, takut untuk melihat ke arah pria itu.
“Sebelum kalian pergi,” katanya, “saya ingin kalian menulis esai pendek tentang perilaku yang paling sulit kalian kendalikan dalam kehi
Hot Chapters