Setelah Kamu Pilih Dia
⸻
Keesokan harinya, Dinda bangun lebih awal dari Rayhan.
Ia berjalan pelan ke dapur, membuat dua cangkir kopi, lalu kembali ke balkon dengan laptop di tangan. Ia membuka dokumen kosong.
Di halaman pertama, ia menulis:
Judul: Satu Hari Dalam Cinta yang Biasa
Lalu, dengan tangan gemetar tapi yakin, ia mulai mengetik. Kali ini bukan naskah untuk penerbit, bukan pula surat untuk seseorang yang pergi.