Mendadak Talak
“Belum tua, sudah bisa lupa. Kurangilah aktifitasmu di luar. Tidak bekerja juga tidak apa. Bagus masih sanggup membiayaimu. Benar kan, Gus?”
“I … iya, Bu,” jawab Bagus.
Wahda tersenyum tipis, sedang dalam hatinya terbahak ria. “Baiklah, Bu. Akan saya pertimbangkan. Hanya saja, jika tidak bekerja akan sangat membosankan nantinya, karena Bagus jarang di rumah, Bu. dia sibuk terus. Rumah sakit sudah menjadi rumah keduanya, Bu,” seru Wahda sambil memasang wajah sedih.
Hot Chapters