PAMER SUAMI
lanjut Ibu, seperti mulai membeberkan fakta yang tak kuketahui.
Aku melipat kening, langsung menoleh pada Ibu. Setahuku, perempuan yang melahirkanku ini tak pernah mengarang-ngarang cerita untuk memfitnah orang lain.
"Lalu kenapa Ibu gak bilang saat aku bertanya, Bu?"
"Ibu hanya tak ingin kalian bertengkar, Nak. Katanya kalian punya banyak keperluan. Ibu maklum, kalian juga pasti punya cita-cita," balas Ibu dengan lembut.