Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Godaan Sang Majikan Tampan

Godaan Sang Majikan Tampan

"Memang kamu mikirnya apa?" "Nggak apa-apa. Di sana terkenal prostitusinya. Warianya. Hati-hati, Mas. Penyakit itu …." Bunga terkekeh. "Kamu pasti mikirnya aku jajan, ya." "Nggak, kok." Bunga jadi malu sendiri karena berpikir yang tidak-tidak. "Oke, hari ini Chef Bunga akan memasak makanan dari negeri Gajah Putih. Tom yam!" Bunga bertepuk tangan sendiri.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai chaand kaa tukdaa
Baca
+Pustaka
NGAMAR ATAU BAYAR
Baca
+Pustaka
Gantari

Gantari

Dia terus mengusap lembut rambutku. "Ada apa, Nduk?” tanyanya setelah tangisku mereda. "Ta-tadi di dapur, ada hantu yang sedang memasak jenang dodol terbuat dari darah, Budhe. Gantari dipaksa untuk memakannya." Bukannya menenangkanku, wanita itu tertawa lirih. "Oalah, Nduk. Tidak ada hantu di rumah ini. Sepertinya kamu memang kelelahan."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai chaand kaa tukdaa
Baca
+Pustaka
Chandra

Chandra

Khanza langsung menarik Chandra mendekat ke arah Bunda Rain. "Iya Chan, yang lain udah makan, tinggal kamu yang belum." Bunda Rain mengambil satu potong kue yang telah di taruh di piring kecil, lalu menyodorkannya pada Chandra. "Mau disuapin?" "Engga usah Tante." Chandra mengambil potongan kue itu dari Bunda Rain dan mulai memakannya. "Enak Chan?" "Enak banget Tante," jawab Chandra dengan penuh semangat.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai chaand kaa tukdaa
Baca
+Pustaka
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

"Selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu?" "Selamat pagi. Saya... saya mau mengajukan pinjaman." "Baik. Pinjaman jenis apa? KTA, KPR, atau..." "KTA. Kredit Tanpa Agunan." "Oke. Berapa jumlah yang ingin Anda pinjam?" Aku menarik napas dalam. "Satu miliar rupiah." Wanita itu terdiam, menatapku dengan tatapan terkejut. "Maaf... satu... miliar?"
9.8111.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai chaand kaa tukdaa
Baca
+Pustaka
Kuakhiri Dendam Ini

Kuakhiri Dendam Ini

Wajar Om Burhan menerima bulat-bulat, uang yang sangat banyak. "Apakah kakak juga mendengar, siapa nama penabrak itu? Siapakah yang sanggup memeberikan uang damai sebesar itu, Kak?" "Kau pasti mengenalnya, Manda. Tedja, si pengusaha kaya itu!" "Tedja? Tedja Sukma Karim pengusaha ternama itu?" "Iya, dialah yang menabrak orang tua kita." "Pantas … pantas saja, Om Burhan gelap mata."
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai chaand kaa tukdaa
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

Saras segera merogoh sakunya dan mengangkat teleponnya. "Halo, assalamualaikum." "Waalaikum salam," sahut seorang wanita yang ada di seberang telepon. "Ada apa Bude?" tanya Saras. "Pakde kamu sakit, Nduk!" "Sakit apa Pakde?" "Pakde mu di suruh operasi tumor di kantung empedu di Surabaya." "Di Bayuwangi apa gak bisa?" "Gak bisa kata dokternya." "Operasinya kapan Bude?"
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai chaand kaa tukdaa
Baca
+Pustaka
Saat Tuan Duda Memegang Rahasiaku

Saat Tuan Duda Memegang Rahasiaku

“Dan kalau dia tidak jatuh?” Rendra terkekeh. “Oh, dia akan jatuh.” Logan bersandar di kursinya. “Apa taruhannya?” Rendra menatap lurus ke matanya. “Satu proyek Mahardika Group di Batam.” Itu angka yang tidak kecil. Bahkan bagi orang seperti Logan. Namun Logan tidak terlihat terkejut. Ia hanya menyeringai tipis. “Berani sekali.” Rendra mengangkat gelasnya.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai chaand kaa tukdaa
Baca
+Pustaka
Tukar Ranjang

Tukar Ranjang

Matanya menatap dalam layar yang dia susun di ujung kaki, menampilkan gambar adegan romantis dari sepasang kekasih yang dimabuk cinta. Diteguknya secara perlahan cairan merah di gelas yang ada dalam genggamannya. Leya cukup paham agama sehingga dirinya tak akan menyentuh minuman beralkohol. Cairan dalam gelasnya tak lebih dari sirup beraroma choco pandan yang warnanya menyerupai anggur. "Bodoh! Terlalu mudah luluh dengan kata manis!" gumamnya mengomentari dengan geram. Dirinya seakan tersindir dengan alur cerita yang hampir mirip kisah hidupnya kini.
1042.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai chaand kaa tukdaa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status