SETELAH KEMATIAN ISTRIKU
"Ya, aku memang sama sepertimu, Dewa! Aku ini dibohongi. Tapi setidaknya, aku sudah berupaya menghentikan perbuatan suamiku, meski nyatanya aku gagal. Tapi kamu? Apa tidak sedikitpun, kamu curiga pada pasanganmu? Sampai kamu tidak tahu, kalau istri kamu menjadi pengganggu dalam rumah tanggaku bersama Mas Guntur! Apa kamu tidak bisa memberinya kehangatan? Apa kamu mengabaikan memberinya belaian? Hingga dia selalu menuntutnya dari suamiku?"
Aku menghela nafas. "Apa kamu pikir, aku suami gila? Membiarkan istriku membagi cinta serta tubuhnya dengan lelaki lain. Apalagi dengan Guntur, yang merupakan sahabatku saat kuliah. Aku waras, Alwina! Sangat waras! Tapi aku mempercayai Kharisma sepenuhnya.