Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pilihan Untuk Menjadi Baik

Pilihan Untuk Menjadi Baik

setelah melewati beberapa lorong gedung bangunan yang lumayan banyak, aku segera menuju kearah gerbang sekolah untuk segera meninggalkan tempat sepi ini. beberapa saat kemudian aku melihat seorang penjual eskrim di ujung trotoar, karena cuaca hari ini cukup cerah—pasti akan nikmat jika membeli eskrim yang lembut untuk di konsumsi. setelah sampai didepan gerobak penjual, aku melihat beberapa menu varian rasa. aku memilih rasa coklat karena menyukainya. "pak, tolong eskrim rasa coklat satu."
690 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai choose wisely
Baca
+Pustaka
Choose Me!!

Choose Me!!

Mana mungkin pria itu jomblo ngenes seperti dirinya yang setiap nembak selalu kena tolak duluan. “Aku malas mau bersaing. Malas mau nambah-nambahin masalah. Sudahlah, lebih baik aku kabur saja." Tekad Ayana bulat. Ia lebih memilih menyerah sebelum berperang daripada harus menghabiskan waktunya baku hantam dan jambak-jambakan rambut dengan perempuan lain hanya untuk memperebutkan laki-laki. Ayana yakin, melarikan diri adalah keputusan terbaik yang bisa dirinya ambil. Ayana tidak mau merepotkan dirinya sendiri dengan menerima kebencian dari pria yang akan ditunangkan secara paksa dengannya. Menjadi tokoh yang teraniaya tidak pernah dicita-dicitakan oleh Ayana. Hidup damai adalah semboyannya. S
85.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai choose wisely
Baca
+Pustaka
Choice

Choice

Timbul ide brilian untuk melarikan diri dari sini. ***** ***** *****
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai choose wisely
Baca
+Pustaka
Bukan Pilihan

Bukan Pilihan

Bagi Diana ini hal yang besar. Alex membiarkan dirinya diseret Diana menjelajahi toko perhiasan. Dia senang melihat kekasihnya begitu antusias. Pilihan Diana jatuh pada sebentuk cincin emas putih dengan desain sederhana, nyaris polos. Dia tahu lelaki seperti Alex tidak cocok memakai cincin yang rumit. "Pilihan yang bagus. Aku suka," puji Alex.
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai choose wisely
Baca
+Pustaka
Salah Pilih Jodoh

Salah Pilih Jodoh

"Memang harus seperti itu, kan?" Ya. menurutku harus seperti itu. Kriteria itu sangat penting agar kita mendapatkan jodoh terbaik sebagai pendamping hidup. Jodoh bukan urusan main-main, bukan? Aku tak mau jika kelak menyesal karena memilih orang yang salah sebagai suamiku. "Emang kriteria kamu seperti apa?" tanya Dian lagi.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai choose wisely
Baca
+Pustaka
Saat Pilihanku Berubah

Saat Pilihanku Berubah

Lisa menggertakkan giginya lalu berteriak ke arahku, “Vina juga bukan orang baik! Banyak orang di lingkaran kita yang membencinya. Sebaiknya kamu pikirkan lagi!” Langkahku tidak terhenti. Aku berkata dengan dingin, “Aku punya penilaianku sendiri. Karena aku sudah memilihnya, artinya dia pantas.” Lisa tertegun lalu berkata dengan marah, “Kamu akan menyesal menikahinya!” “Maaf. Aku tidak akan menyesal.” Nenek bertepuk tangan di kepalaku. “Anak baik! Kamu semakin tampan dan sudah mewarisi gaya nenekmu dulu.”
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai choose wisely
Baca
+Pustaka
Memilihmu di Kesempatan Kedua

Memilihmu di Kesempatan Kedua

Arkana menggenggam lebih erat. “Aku tidak menjanjikan hidup mudah," kata Arkana, suaranya bergetar. “Aku juga tidak minta.” “Aku kadang sulit diajak bicara.” “Sudah tahu.” “Aku banyak kekurangan.” “Daftarnya panjang.” Arkana menatap gadis itu lama. “Tapi kalau kamu benar-benar memilih...” Suara Arkana rendah dan dalam. “...aku akan belajar jadi seseorang yang layak dipilih.”
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai choose wisely
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih

Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih

Setelah ujian nasional selesai, kami berlima teman masa kecil yang sudah sangat dekat sejak kecil, berkumpul untuk bermain permainan kekompakan. Ronde pertama, sahabatku, si Mina bertanya, “Kalau salah satu dari kita terjebak di daerah pinggiran kota tengah malam, siapa yang akan kalian selamatkan lebih dulu?” Tiga pemuda yang sejak kecil sering dijuluki sebagai calon suamiku itu tanpa ragu menuliskan nama Mina secara bersamaan. Orang-orang langsung menyoraki mereka karena terlalu kompak. Dengan wajah memerah, Mina menjelaskan, “Mungkin karena aku yang paling penakut. Jena begitu hebat, dia sama sekali nggak membutuhkan orang lain untuk menyelamatkannya.” Mereka semua mengangguk. Namun, me
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai choose wisely
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status