Perjalanan Sang Batara
"Wahai suamiku Batara Guru Manik Maya, anak kita Dewasrani sangat tertarik pada bidadari itu. Apakah kau akan diam saja melihat anak kita seperti pengemis di hadapan Brama?"
Lelaki bernama Manik Maya itu mengelus jenggot panjangnya.
"Kau selalu memanjakan dia, istriku Durga. Bukankah kita tahu, bidadari itu istri kesatria Pandawa. Ingatlah, mereka itu didukung para dewa agung yang lain. Meski aku ini Raja, wibawa ku bisa tercoreng jika sampai melakukan hal nista membantu Dewa Kenakalan anakmu itu merebut istri orang." kata Batara Guru Manik Maya sambil mengelus jenggotnya.