Istri Yang Kubenci
Anita tergelak dengan keduanya.
"Ya udah, bisa nggak kelar-kelar urusanku, Bik kalo bicara sama Cia terus," kekeh Anita.
"Ya udah, Mbak Anita buruan temuin kliennya. Abis urusan selesai, kan bisa main sama Cia sepuasnya," ujar Bik Dariyah.
"Iya, Bik. Titip Cia ya, Bik?" pamit Anita.
"Iya, aman."
Anita mantap sekali menitipkan Cia pada Bik Dariyah, orang kepercayaan ibunya dan sekarang dirinya. Dia pun keluar dan berjalan ke pinggir jalan untuk menyetop taksi.