Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terperangkap Gairah Suami Butaku

Terperangkap Gairah Suami Butaku

Dia masih ingat betul betapa ibunya, Ivona, menelepon saat larut malam tiga hari yang lalu, sambil menangis tersedu. "Si Kakek itu ..., bukannya sadar umur dan segera insyaf, tapi malah asyik bermesraan dengan daun muda," dengus Killian, merasakan denyutan nyeri di kepalanya sekarang bertambah parah. "Bahkan Kakek juga sampai membeli sebuah gaun dengan harga yang sangat mahal," gumamnya lagi, ingat betul dengan isi berita yang banyak mengisi kolom gosip belakangan ini.
9.51.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54.3K kali sebagai cinin wasiat kakek
Tampilkan Ulasan (311)
Baca
+Pustaka
Babana Babana
saya kangen sama kisah killian dan Aila dulu tiap malam begadang tungguin up nya bab demi bab skrg udah ga ada,merasa ada yg hilang makanya aku udah jarang buka Aplikasi ini, buatku ini novel terbaik di GN,... terimakasih author atas karyanya
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Baca Semua Ulasan
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

"Cu, kakek boleh pinjam kamu gak?" Maksud di pinjam Cukup lama hening dan Saini terlihat melamun. "Ada apa pak, apa ada yang bapak pikirkan?," ujar Asmah yang melihat Saini begitu bingung dengan lamunannya. "Gak ada apa-apa kok bu, bapak cuman teringat sewaktu kakek datang ke mimpi bapak," ucap Saini. Mendengar itu Asmah pun memandang Saini dengan harap suaminya itu akan melanjutkan kisahnya.
8.314.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai cinin wasiat kakek
Baca
+Pustaka
Kawin Sama Mantan

Kawin Sama Mantan

"Aku tak bisa tidur dengan baik setelah kejadian semalam tapi kau bisa dengan mudahnya tersenyum pada wanita lain. Kau benar-benar seperti sampah yang sama. Lagi lagi hanya aku yang bersikap bodoh." Sia menghentakkan kakinya kesal lalu masuk dalam ruangan kakeknya. Dia melihat kakeknya tengah di rawat dengan tenang. Semua hal yang membuatnya kesal. tersingkir dalam waktu singkat. "Kakek, bagaimana perasaan mu hari ini?" Kakeknya tersenyum, mencoba duduk dengan bantuan Sia. "Aku baik baik saja. Ini hanya tulang tua yang terlalu terkejut melihat cucuku di pesta."
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai cinin wasiat kakek
Baca
+Pustaka
Dilamar Nenek-nenek

Dilamar Nenek-nenek

Happy Reading ***** Cakra cuma bisa mengembuskan napas panjang. Tidak berniat membalas chat yang dikirimkan si nenek. "Kalau aku ngeladenin, nenek pasti makin menjadi-jadi. Males banget," gumam Cakra di sepanjang perjalanan pulang. Sampai di rumah pun, si sulung tidak mencari sang mama, tetapi langsung masuk kamar.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai cinin wasiat kakek
Baca
+Pustaka
Suamiku Kuli Terhormat

Suamiku Kuli Terhormat

ucap Gea sambil bangkit dan duduk di samping Kakek. “Kamu memang cucu terbaik. Beda yang satunya. Entah berapa abad dia nggak datang.” “Kakek sangat berlebihan. Cuma beberapa minggu aku nggak ke sini dibilang berapa abad,” protes Ahsin. “Lah, memangnya Kakek bilang itu kamu?” “Memangnya siapa lagi?” sungut Ahsin. “Syukurlah, kalau sadar.” Kakek melirik kaki Ahsin sesaat, kemudian raut mukanya berubah. “Tidak pakai kursi roda?”
1011.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 465 kali sebagai cinin wasiat kakek
Baca
+Pustaka
Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Feni penasaran dengan apa yang menjadi pusat perhatian sahabatnya itu. "Kamu melihat apa, Mai?" Maira tersenyum tipis saat tertangkap basah memandangi bingkai foto keluarga yang nampak begitu bahagia. "Oh, itu? Itu foto keluargaku. Itu Papaku, yang disampingnya itu Mama, yang berdiri disamping Mama itu mas Radit, sang duda keren ... Yang disamping Papa itu mas Dandi, kakak pertama aku. Dan yang jongkok cantik itu namanya Feni Atmaja dan disamping aku itu keponakan mungilku bernama Aira," tutur Feni panjang lebar dengan wajah berbinar dan suaranya yang ceria.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai cinin wasiat kakek
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Penebus Hutang Tuan Presdir

Menjadi Istri Penebus Hutang Tuan Presdir

Itu adalah jawaban valid no debat yang sudah menjadi keputusan Abian. "Kenapa harus kembali Diana? Nanti kalau kamu diterlantarkan suamimu lagi seperti kemarin bagaimana?" pancing Kakek Bram sengaja mengarahkan tatapan pada Diana seakan mengabaikan perkataan cucunya. Sontak Abian mendelik kesal. Kakeknya ini suka sekali mancing masalah padahal hari masih pagi begini. "Aku tidak menelantarkan Diana! Yang kemarin cuma masalah kecil saja. Sekarang bahkan kita sudah baikan lagi."
1019.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai cinin wasiat kakek
Baca
+Pustaka
Pacar Dot Com

Pacar Dot Com

Cakra terkekeh pelan melihat perempuan seunik Lintang, namun tak lama kemudian muncul pesan di ponselnya, ternyata chat dari sang kakek. Opa: Opa mau lihat perempuan yang datang sama kamu tadi, kita makan malam bareng besok. Cakra menatap Lintang yang sedang menikmati makanannya dalam diam. Haruskah aku kenalin dia ke keluarga besar? ***
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai cinin wasiat kakek
Baca
+Pustaka
Pendekar Sejak Dalam Kandungan

Pendekar Sejak Dalam Kandungan

Ucap Abi sembari meledek Kakek Byakta. "Sabar nak, sebentar lagi pasti Kakek akan dapat ikan yang lebih besar daripada punyamu itu, ikanmu itu belum ada apa apanya hehehe...." Jawab kakek sembari meledek balik Abisatya. "Ah Kakek bisa aja, ayo coba buktikan padaku kalau bisa hahaha...." "Sabar dulu, kakek masih mencarinya...."
9.456.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai cinin wasiat kakek
Baca
+Pustaka
Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku

𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪 𝓜𝓮𝓻𝓪𝓱kata-kata suamikuitil kakakkakak akuaku sayang mama
"Masakan tante nggak enak ya? Mau di masakin yang lainnya aja?" "Tidak perlu tante, saya hanya nostalgia saja. Rasanya sudah lama sekali tidak menyantap hidangan ini, " jujurnya membuat Tian tersenyum manis ke arah nya. "Mom, kondisikan senyumnya." tegur Ardan, membuat yang lainnya tertawa di buatnya. Mereka menikmati makam malam bersama dengan penuh suka cita, walau Cyra sempat bersedih lantaran tak ada keluarga Sandrina juga kakek neneknya yang menyambutnya.
1034.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 721 kali sebagai cinin wasiat kakek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status