Cinta Pengganti
“Tinggal lamar, Lang. Ck, nggak usah banyak alasan lagi.”
Gilang berdecak. Melempar tatapan kesal pada Adi. “Bukan masalah Kiyanya, Pa. Tapi, anaknya yang nggak mau aku nikah sama bundanya.”
Adi melihat Duta, yang tengah bertolak pinggang dan tertawa di depan Kasih. Dua bocah itu, terlihat cepat sekali akrab, padahal mereka baru saja saling mengenal. “Tak kenal, maka tak sayang. Dekati anaknya baik-baik.”