SABDA CINTA
Ketika tautan bibir itu terlepas, Cinta berdeham sejenak untuk menormalkan detak jantungnya.
"Jawabannya sudah terjawab, aku harap kamu mengerti. Jadi ...."
Cinta menggantungkan kalimatnya, wanita itu menepuk dada pria itu dengan pelan.
"Aku ikhlas melepasmu untuk alasan agar kamu bahagia dengannya. Tapi satu hal yang kamu tahu, bukan berarti di hati ini tidak ada luka. Aku selalu berdoa pada Tuhan untuk menghilangkan perasaan ini, jika suatu hari nanti kita bertemu, aku bisa menyapamu tanpa melibatkan rasa. Tuhan hanya mentakdirkan kita untuk bertemu, bukan berjodoh," lirih Cinta.