Sepiring Talak di Pagi Hari
“Kalau menurut pengamatanku, cinta mereka itu tidak imbang. Bu Latifa yang suka secara sepihak. Kentara banget. Kalo Pak Faruq, mah, kayak santuy aja. Kalo suka, harusnya dari dulu dinikahi. Tapi ini enggak. Udah berapa tahun Pak Faruq betah menyendiri.”
“Terkadang, memang sangat sulit menerima cinta baru, Mbak. Akan ada pemikiran panjang dan matang untuk jatuh cinta lagi setelah yang pertama gagal. Alasannya, entah ada rasa trauma atau cinta sudah habis untuk yang pertama. Istilahnya gamon, gagal move on.” Zia menerawang.
Ia ada di posisi trauma mendalam hingga mungkin lebih memilih hidup dengan Fariz saja selamanya. Hatinya sudah mati rasa perihal cinta.
الفصول الرائجة