Sang Maharaja yang Terlupa
"Keserakahan? Oh, anak muda yang naif. Kau pikir aku melakukan ini demi harta atau kekuasaan? Aku melakukan ini untuk menyelamatkan Nusantara dari dirinya sendiri."
Wanita itu bangkit dari singgasana, lalu dengan gerakan anggun, ia melepas cadarnya. Wajah yang terungkap di baliknya membuat Arga tersentak. Wajah itu tidak tua dan keriput seperti yang ia bayangkan, melainkan muda dan cantik, dengan mata yang memancarkan kesedihan yang amat dalam. Namun, yang lebih mengejutkan, di dahinya terdapat tanda lahir berbentuk bulan sabit—tanda yang sama dengan yang dimiliki oleh para keturunan bangsawan Majapahit.
"Kau... kau adalah darah biru," gumam Burhan, matanya membelalak tak percaya. "Kau adala
Bab Populer