Batal Akad
Hiruk-pikuk tergambar jelas, gedung-gedung tinggi berjejer rapi di sepanjang jalan ibu kota.
Anton memperhatikan pemandangan di sekelilingnya dengan seksama. Dalam hati ia berharap, semoga kakak iparnya, mau kembali pulang ke Jakarta, setelah bayi kembar boleh keluar dari rumah sakit.
Mobil berhenti tepat di depan pagar besar rumah Emir. Anton menyerahkan uang dua ratus lebih sepuluh ribu kepada sang supir. Ia lalu turun dan menatap pintu pagar yang tinggi menutupi bangunan rumah yang ada di baliknya. Pandangan Anton menyapu area sekitar perumahan, rumah yang berjejer adalah rumah besar dengan pekarangan luas, serta tembok dan pagar yang tinggi. Tentu saja ini area perumahan elit di Kota Sur
Hot Chapters