Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Terpendam Sang CEO

Cinta Terpendam Sang CEO

Akan tetapi, ia pun harus kembali menelan kekecewaan karena ternyata dirinya tak menemukan apa pun. Lalu, sebuah ide terlintas begitu saja di pikirannya. Suara tadi muncul ketika ia berusaha mencabut selang yang menempel di hidungnya. Jadi, jika ia ingin mendengar dan memastikan apakah suara tadi nyata, ia harus mencoba melakukan itu lagi, bukan? Kania kembali meraba hidungnya. Dan ketika benda lunak dan kenyal ia temukan di hidungnya, ia pun berusaha menariknya dengan kuat.
109.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai cium hidung
Baca
+Pustaka
KUKU BU SAPTO

KUKU BU SAPTO

Dengan tenggorokan yang seolah kering mencekat. Kriiiieeeet! Suara pintu yang berderit membuat rasa mencekam semakin menjadi-jadi. Tangan Raisa pun tak melepas pergelangan tangan Mbok Yumna sama sekali. Langkah kaki Hamaz mulai menapaki kamar pengantin yang mulai terbuka. Aroma lembab dan busuk langsung menyengat rongga hidung mereka. Bercampur debu yang membuat gatal hidung.
1078.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai cium hidung
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
Hayisa Aaroon
Berbagai hal ganjil yang dialami pemandi jenazah setelah memandikan jenazah benar adanya, itu saya dengar langsung dari mereka. Banyak pelajaran hidup bisa ambil dari mereka yang sudah tidak hidup. Terimakasih Penulis untuk tema luar biasanya, mengingat kematian membuat hati kita, down to the earth.
Baca Semua Ulasan
Bright Pearl

Bright Pearl

Tentu saja Ying Hua berarti bunga ceri dan pantas paviliun milik gurunya itu dipenuhi tanaman ceri. Ming Zhu memilih jalan ke kanan dan mulai mengendap-endap masuki ke satu ruangan. Sebenarnya, telinga dan hidung Ming Zhu cukup sensitif untuk mendeteksi kehadiran seseorang. Saat itu ,seharusnya tidak ada siapa-siapa, tapi ia tetap berhati-hati.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai cium hidung
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali

Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali

Dia tercengang sesaat, lalu buru-buru berkata pada Violet, "Nona Violet, ini benar-benar bukan salahku. Dia sendiri yang telat pakai sumbat hidung!" "Bawa dia keluar dulu." Violet mengusap pelipisnya. Sejak tadi dia memang merasa aroma di lorong ini sangat familier. Ini mirip dengan yang pernah dia cium di bawah tanah Kediaman Edris. Untuk menghindari semua orang pingsan, mereka hanya bisa cepat-cepat memakai sumbat hidung dan keluar. Dia tidak tahu apa racun asap ini berbahaya bagi tubuh atau tidak.
9.7791.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.4K kali sebagai cium hidung
Tampilkan Ulasan (159)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Obsesi Dosen Tampan

Obsesi Dosen Tampan

Aroma parfum musk dan citrus—bercampur sabun menguar ke indera penciumannya. Sebelum kesadarannya benar-benar pulih, sepasang bibir hangat sudah menempel di sudut bibirnya, kasar, menuntut, penuh lapar yang tertahan terlalu lama. “Noah …?” suara Zelda serak, masih setengah tidur. “Hmm .…”
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai cium hidung
Baca
+Pustaka
Bukan Sekedar Sahabat

Bukan Sekedar Sahabat

Keduanya sedang dilanda semacam kecanggungan karena tanpa sengaja bibir Zio mengenai dahi Fina. Cukup lama keduanya bertatapan hingga suara keras dari lubang belakang Zio membuat Fina menjerit, menutup hidung dan refleks memukul keras bahu Zio. "Gila! Kebiasaan kentutmu loh, Zi. Gak pernah kasih aba-aba. Warning. Peringatan dulu gitu. Tahu-tahu ngegas. Hoek. Ish!" Fina benar-benar menjauh dari Zio yang kini hanya bisa terkekeh melihat aksi Fina yang baru saja kena serangan gas Hidrogen Sulfida yang baru saja berontak dari lubang dubur Zio.
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai cium hidung
Baca
+Pustaka
Dikeluarkan Dari Grup Ibu PKK

Dikeluarkan Dari Grup Ibu PKK

"Ini bau apaan sih, Mas?" Bu Susi menutup hidung. "Gak ada yang bau, Bu Susi salah cium kali." Mas sayur melihat kanan kiri, awas mencari bau yang Bu Susi maksud. Namun tetap saja tak ia temukan. "Bau bangkai, kalian gak cium apa?" Bu Susi menutup hidung. "Perasaan Bu Susi saja kali. Orang kita gak cium apa-apa kok. Gak usah ngadi-ngadi, Bu."
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 577 kali sebagai cium hidung
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Lima menit berlalu. Dan tiba-tiba, hidungnya bergerak. Aroma yang samar-samar, hampir tidak ada. Itu bukan aroma yang bisa ditangkap oleh orang biasa dalam keadaan setengah tidur. Tapi penciuman Caelan bukan penciuman biasa—empat tahun latihan qi mempertajam setiap indera yang dia punya jauh melampaui batas manusia normal.
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai cium hidung
Baca
+Pustaka
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

"Kalau saya pakai ini untuk hidung saya, epidermis saya bisa iritasi permanen. Saya butuh tisu impor Jepang yang mengandung lotion pelembap sutra. Sekarang." Citra menarik napas panjang. Di punggungnya ada uang tebusan nyawa, dan di depannya ada pria yang takut hidungnya lecet. "Pak Elang," suara Citra bergetar menahan emosi. "Harga tisu itu lima ratus ribu. Itu biaya makan saya dua minggu." Elang menatapnya polos. "Lalu? Apa hubungannya kapasitas lambungmu dengan kenyamanan hidung saya?"
930 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai cium hidung
Baca
+Pustaka
MEMBALAS SUAMI DAN MADUKU

MEMBALAS SUAMI DAN MADUKU

“Masa sih, gue sering liat ditivi juga gitu kok, cara nyadarin orang pinsan. Pake minyak angin yang di tempelkan pada hidung. Kenapa di sini dikatakan belum ada penelitian.“ kuamati minyak angin yang sudah kuteteskan ke tisu. Aku ragu untuk melakukannya. Aku ingat, waktu dulu Miranti pinsan di sekolah, sudah berusaha dengan berbagai cara gak bangun. Tapi waktu dia mencium bau ketek gue langsung bangun. Aku tersenyum nakal. Sekalian aja ngerjain dia. Toh sudah lama aku tak mengerjainya. Akan kucoba caraku dulu. Kulepas kemeja yang menutupi tubuhku. Kini aku hanya memakai kaos dalam. Kucium ketekku sendiri. Ups, aku menutup hidung. Walau sudah memakai deodorant, tetap aja bau kecut.
8.9111.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai cium hidung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status