Pernikahan Paksa Pengantin Bayangan
Ciuman itu, awalnya lembut, mulai meningkat dalam gairah, membebani tubuhnya dengan hasrat yang sulit dijelaskan.
Tidak sadar, Ayrin menemukan dirinya terbawa oleh gairah itu, namun dia segera tersadar kembali dari lamunannya ketika Reygan mulai bergerak lebih agresif. Dia berusaha menahan, mencoba menutup mulutnya dengan tangan gemetarnya.
“Hentikan, Mas,” ucapnya dengan napas tersengal-sengal.
“Saya tahu kamu menginginkannya, Rin,” bisik Reygan dengan gairah yang sangat jelas dalam sorot matanya.
Hot Chapters