DOSA TERINDAH
“Lah, kan tinggak di campur gitu aja, Pi.”
“Itu ada seninya, Aya. Bahkan beberapa barista rela membayar mahal untuk mempelajari caranya, dari menakar hingga menyajikan, supaya kopi yang disajikan bukan hanya dibuat asal-asalan tapi ada seni di dalamnya.”
Ah, meski aku sulit memahami itu, tetapi aku selalu suka melihatnya bersemangat berbicara tentang hobinya.
“Sana, yuk!” Dia menunjuk meja di sudut.