JERAT HASRAT TETANGGA TAMPAN
Lantas, Jihan tiba-tiba menyodorkan segelas wine padaku.
“Bagus sih, cuma aku enggak ngerti arti lukisannya,” sahut Jihan setelah menyisip wine. Aku pun mengangguk setuju. “Tapi, kayaknya aku mau beli satu deh. Yang warna-warni itu.”
Lantas, Jihan menyenggol lenganku. “Eh, mana sih yang namanya Andreas Goenawan itu? Aku penasaran deh.”