Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Bukit Meratus

Pendekar Bukit Meratus

sahut si Putul, bawel sekali si tua ini, pikirnya tak sabaran. “Aku bersumpah, akan mengikuti apapun yang diperintahkan Pendeta Kuli, aku juga bersumpah, akan mengalahkan Pendekar Mabuk atau Pangeran Boon Me dan juga Prabu Japra, juga akan membunuh Prabu Harman, langit dan bumi jadi saksinya, bila aku melanggar sumpah, maka aku siap mati di sambar petir…!” Si Putul sampai melongo mendengar kalimat sumpah ini, dia sampai terdiam sebelum mengucapkan sumpah ini.
9.645.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 916 kali sebagai contoh cerpen sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
MEMATAHKAN SUMPAH IBU

MEMATAHKAN SUMPAH IBU

Memperlakukanku bagai seorang tahanan yang bebas mereka aniaya kapan pun mereka butuh pelampiasan. Lambat laun, aku merasa kehilangan jiwaku di rumah. Untunglah teman-temanku di MTs sekarang baik-baik, tidak seperti teman waktu aku SD. Aku menyukai pelajaran bahasa, baik bahasa asing, lokal mau pun nasional. Aku sering membuat cerpen untuk teman-temanku dengan nama mereka sebagai lakon utamanya, dan mereka menyukainya. Ada yang membalasnya dengan membuat cerpen atas namaku juga, namun tak sedikit pula yang kesal lalu menjadikanku bulan-bulanan karena di cerita itu aku menjodohkan mereka dengan murid paling buruk rupa. Bagian paling menyenangkan adalah ketika seseorang merebut cerita yang tel
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai contoh cerpen sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Kemakan Sumpah Mantan (INDONESIA)

Kemakan Sumpah Mantan (INDONESIA)

“Aku tidak membawa mobil dan kakiku seperti mau copot karena ulah saudara kembarmu itu. Aku bersumpah tak akan menggubris jika ia mengajakku bicara.” “Apa yang terjadi? Kupikir kalian hanya bertengkar.” “Ia menurunkanku di sebuah halte di lokasi yang tidak kukenali. Aku menunggu berjam-jam dan tak ada satu pun bus yang datang, hingga akhirnya aku harus berjalan kaki cukup jauh menuju ke terminal. Aku tak akan pernah melupakan kegilaannya itu.” Jennifer mengatupkan bibir mendengar perkataan Shienna, seolah merasa segan atas apa yang Jonathan lakukan padanya. “Jadi dia melakukannya lagi. Mungkin sudah waktunya ia melakukan pemeriksaan ulang.”
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai contoh cerpen sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Si Buta Dari Sungai Ular

Si Buta Dari Sungai Ular

"Keparat muda! Hik... hik... hik... sungguh berani kau berlaku lancang kepadaku! Baik, baik! Aku senang! Tetapi bila kau bisa menjawab pertanyaanku, aku akan membebaskan nyawamu dan nyawa gurumu itu!" Hampir saja Manggala berteriak, ‘Dia bukan guruku!’ tetapi segera diurungkan karena dia tahu maksud Mata Dewa. Lalu seraya maju satu langkah pemuda ini berkata, "Orang yang kau cari kulihat di sekitar Bukit Wampar Pupu sedang bersemadi. Saat aku datang, dia menghentikan semadinya. Malah dia bertanya kepadaku apakah aku melihat seorang nenek bongkok, jelek, mengenakan pakaian batik warna ungu yang telah kusam, tanpa gigi hingga mulutnya jadi semakin kempot dipenuhi keriput yang banyak, yang berj
1052.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai contoh cerpen sumpah pemuda
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
INovel terbaru saya PENDEKAR KERA SAKTI Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Baca Semua Ulasan
SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

kata Ramandika menanggapi permintaan maaf kedua pemuda tersebut. Mereka hanya mengangguk dan langsung pamit kepada Ramandika dan juga Nyai Sumantir. "Maafkan atas kesalahan kedua murudku tadi, Pendekar," ucap Nyai Sumantir sambil merangkapkan kedua telapak tangannya. "Tidak apa-apa, Nyai. Mereka masih muda, aku memakluminya," jawab Ramandika. "Perkenalkan, aku Sumantir. Aku pemimpin Padepokan Belibis Merah." Wanita paruh baya itu tersenyum lebar sambil menjura hormat kepada Ramandika.
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai contoh cerpen sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi

Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi

Aku menghela napas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar. "Nggak usah bawa-bawa Allah segala. Ntar kalau kamu kena sambar petir atas sumpah serapahmu, nggak ada gunanya. Kamu mau selamanya terkutuk seperti Malin Kundang cerita rakyat yang berasal dari Sumatera Barat atau cerita rakyat seperti Sampuraga yang berasal dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara," ucapnya lagi dengan wajah sinis mengejek. "Kau pasti nggak bisa bersilat lidah lagi, Nesya."
33.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai contoh cerpen sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Lovetta

Lovetta

Aliando terus dilakukan oleh pengarang adalah dan tidak mau kalah sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh semua bangsa memiliki karena dia berusaha dengan sekuat tenaga untuk membuktikan kesamaan bersama dan tidak mau mengalah sama sekali mengetahui jika seumpamaan selama ini adalah musuh besarnya maka dari itu tidak menghentikan laporannya tersebut dan meneruskannya Walaupun sebagian bukti hilang dia pun terus berusaha dengan giat untuk bisa membuat tanpa benar-benar bersalah dan juga mencerahkannya karena hal itu jelas membuat makanan dari rumah rasa kesal dengan apa yang dilakukan oleh sang Mama selama ini yang mana membahayakan nyawanya maka dari itu pun membuat Pangeran tidak beruntu
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai contoh cerpen sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Terima kasih sudah ikut melangkah dan berjuang bersama dalam kisah ‘Dendam dan Rahasia Tuan Muda’. Tadinya judul yang akan dipakai adalah Pita Merah, karena ide awalnya didedikasikan untuk para pejuang HIV-AIDS. Adhira dalam cerita ini menggambarkan perjalanan seorang anak manusia yang sesungguhnya begitu cemerlang harus memupuskan masa depannya oleh tuduhan, pengucilan, stigmatisasi, dan pengabaian.
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai contoh cerpen sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Ia menikah bukan dengan Mpu Tamer semata, tetapi dengan nasib negerinya. “Baiklah, Diajeng,” bisik Pikatan, suaranya kini terdengar sangat parau, hampir tak terdengar, serak sehabis melewati badai yang begitu mengerikan di jiwanya. Ia kemudian mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, menunjuk ke atas, ke langit-langit peraduan yang di atasnya membentang cakrawala bertabur bintang yang tak terhitung jumlahnya. Di hadapan saksi bisu dinding-dinding peraduan, dan di hadapan istrinya yang begitu mulia, ia mengucapkan sumpah dengan segenap kesungguhan dan beratnya hati. “Namun, aku bersumpah padamu, Pramodhawardhani, di hadapan Hyang Widhi Wasa, di hadapan segala arwah para leluhur yang bersemay
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai contoh cerpen sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Kesatria Garuda

Kesatria Garuda

Abu dan Debu, Harapan yang Membara Gunung Mahameru, dulunya gagah perkasa, kini hanya menyisakan abu dan debu. Bekas pertempuran dahsyat itu menjadi saksi bisu atas keganasan pasukan kegelapan dan keberanian para Kesatria Garuda. Namun, pertempuran di puncak gunung hanyalah puncak gunung es. Gelombang kehancuran telah menyapu seluruh dunia, meninggalkan jejak kehancuran yang tak terbayangkan. Kota-kota besar berubah menjadi kuburan, desa-desa hancur lebur, dan penduduknya tercerai-berai. Aroma kematian masih memenuhi udara, bercampur dengan bau anyir darah dan belerang yang menyengat. Namun, di tengah kehancuran ini, Ardian dan Sita, bersama dengan segelintir Kesatria Garuda yang masih hidup
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai contoh cerpen sumpah pemuda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status