Bara Dendam Sang Prabu Boko
Ia menikah bukan dengan Mpu Tamer semata, tetapi dengan nasib negerinya.
“Baiklah, Diajeng,” bisik Pikatan, suaranya kini terdengar sangat parau, hampir tak terdengar, serak sehabis melewati badai yang begitu mengerikan di jiwanya. Ia kemudian mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, menunjuk ke atas, ke langit-langit peraduan yang di atasnya membentang cakrawala bertabur bintang yang tak terhitung jumlahnya. Di hadapan saksi bisu dinding-dinding peraduan, dan di hadapan istrinya yang begitu mulia, ia mengucapkan sumpah dengan segenap kesungguhan dan beratnya hati. “Namun, aku bersumpah padamu, Pramodhawardhani, di hadapan Hyang Widhi Wasa, di hadapan segala arwah para leluhur yang bersemay
Bab Populer