Desa Tanpa Suara
Mereka melangkah cepat, tapi setiap papan lantai yang diinjak Raka seperti berdetak pelan, seirama dengan detak jantungnya.
Saat mereka keluar ke teras, matahari hampir tenggelam. Kabut mulai turun, menelan jalan desa perlahan. Di kejauhan, rumah-rumah tampak seperti siluet kosong, dan dari beberapa jendela, bayangan wajah tanpa mulut memperhatikan mereka.
“Besok malam,” kata Darto, “kita harus ke balai desa. Itu pusatnya. Dan kau akan melihat sendiri kenapa suara begitu berharga di sini.”
Hot Chapters