Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rasa

Rasa

"Oalah, bahasa arab, toh. Halaman 12 - 15 latihan 3,4,5, sama 7." Dialog dalam chat Ataya nomor baru : Btw, Kyr, tadi suaranya rame banget? Lagi diluar, ya? Maaf banget ya, jadi ganggu. Kyra : Gak ganggu, oii. Santai aja, Kyra lagi di rumah tante Santi, biasalah banyak sepupu, jadi rame banget . Ataya nomor baru : Cieee… liburan nih ceritanya.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai contoh dialog cerpen
Baca
+Pustaka
Tertawan Pesona Bos Duda

Tertawan Pesona Bos Duda

Ia berharap, Dewi datan untuk menemaninya, tetapi justru seorang perempuan yang tidak dikenal masuk lalu duduk di samping polwan bertubuh tegap itu. Perempuan dengan rambut dikuncir itu meletakkan kertas gambar dan pensil di atas meja. “Halo, Seruni. Senang berkenalan denganmu.” Diulurkannya tangan dan menjabat erat jemari Seruni yang gemetar. “Oke, Seruni. Bisa kamu ceritakan ciri-ciri Gou dan rumah tempat kamu tinggal?” Raut muka Seruni terlihat Lelah. Diceritakannya semua tentang Gou sementara perempuan berkuncir itu sibuk menggoreskan pensil di atas kertas.
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai contoh dialog cerpen
Baca
+Pustaka
Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

“Hemm.., huakhh, boleh, ayo ceritakan..” Gending tersenyum sebentar. Ia yakin, tidak lama bercerita nanti Miss Widya pasti akan segera tertidur. Sang ajudan pun mulai bercerita. “Jadi, di sebuah kota urban yang padat dengan penduduk.., ada seekor kancil yang..” “Jangan yang ada kancilnya..” “Maaf, maaf, maksud saya, ada seekor badut, eh maaf lagi, seorang badut.”
1048.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai contoh dialog cerpen
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Ribuan terima kasih sy ucapkan kpd Kakak-kakak pembaca yg telah mengikuti kisah Gending dan Widya di karya ini. Terima kasih jg utk Kakak2 yg sudah memberi sy hadiah. Sehat selalu, dan bahagia selalu. Amin
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Cerita Cinta Sang Janda Muda

Cerita Cinta Sang Janda Muda

Aku terdiam, tidak tahu harus berkata apa. "Bagaimana kalau hari ini, kita menikmati taman hiburan ini sambil bercerita tentang Gerald dengan jujur? Kita bisa tertawa, menangis atau bahkan menyesal. Kita tidak perlu berpura-pura semua baik-baik saja, kita hanya perlu menjadi Ruth dan Alex yang pernah memiliki putra bernama Gerald."
8.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai contoh dialog cerpen
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Namun, dia hanya berkata dengan dingin dan acuh tak acuh. "Kamu sudah dewasa, masih saja ikut-ikutan dengan dia bermain sandiwara seperti ini!" "Dia masih kecil, belum dewasa, kamu juga mau ikut-ikutan buat masalah?" Suaranya keras, menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Di tengah hiruk pikuk percakapan yang ramai, suara Tante Sandra terdengar lemah dan serak dari seberang telepon.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai contoh dialog cerpen
Baca
+Pustaka
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

“Kenapa Ibu Sri tak makan siang bersama kalian?” “Dia yang mengatakan untuk menunda makan karena ingin memberikan sesuatu pada Sheren di kamarnya.” “Apa itu?” “Entahlah. Tapi kemungkinan ...” “Itu adalah cerita pendek karya almarhuma adiknya Sheren, benar, kan? Mereka berlama-lama menunda waktu makan karena melakukan sebuah dialog terakhirnya yang tak mereka sadari. Tetapi, yang jadi masalah ...”
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai contoh dialog cerpen
Baca
+Pustaka
Dua Wajah Satu Cerita

Dua Wajah Satu Cerita

"Ya, dan aku membayangkan dia harus menghadapi monster gosip sendirian. Rasanya seperti meninggalkan pahlawan kita di medan perang tanpa perlengkapan tempur." Helena menyeringai. "Tepat! Dan siapa yang tahu, mungkin dalam kisah kita berikutnya, setelah kamu dan Zeon berjuang melewati badai ini, kalian akan menikah dan punya anak-anak yang lucu. Kita bisa duduk bersama, melihat anak-anak bermain, dan bercerita tentang bagaimana orang tua mereka melawan badai—secara harfiah dan kiasan—dan tetap saling mencintai."
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai contoh dialog cerpen
Baca
+Pustaka
Secangkir Cinta

Secangkir Cinta

Rey menjeda ucapan karena sadar ia hampir membocorkan sesuatu, yaitu fakta bahwa tadi ia melihat Irene dan seorang lelaki bertengkar di toilet. Ana menunggu Rey melanjutkan cerita. Untungnya Rey terselamatkan dengan kedatangan Alex. Rey pun mengalihkan pembicaraan untuk mengajak pulang mereka bertiga. Ketiganya pun berjalan beriringan menuju halte bus terdekat. BERSAMBUNG
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai contoh dialog cerpen
Baca
+Pustaka
Gadis Di Ujung Cangkir

Gadis Di Ujung Cangkir

jelas si pesepeda sambil sesekali meringis menahan sakit di lututnya. “Wow, gambarmu bagus juga. Apakah itu untuk kekasihmu?” tanya pesepeda itu yang sekarang kita tahu dia bernama Lintang. “Oh, ini? Bukan, dia hanya seorang gadis yang saya ciptakan sendiri. Saya masih belajar membuat sketsa wajah.” tukasnya pria yang langsung merapikan alat-alat lukisnya dan ia masukkan ke dalam tasnya. Tetapi gadis tersebut menahannya dan segera meminta buku sketsa tersebut untuk dilihatnya. Timbul ketertarikan untuk melihat beberapa lembar dari buku tersebut. Mereka memulai obrolan tersebut tepat di gambar sebuah burung kenari yang terbang melintang diantara kedua ranting pohon.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai contoh dialog cerpen
Baca
+Pustaka
I Hate You, I Love You

I Hate You, I Love You

Saling berbincang - bincang sampai larut malam. Malam semakin larut, Reynar tertidur di kursi samping bangsal Alana tak ketinggalan tangannya masih menggenggam erat tangan Alana. Alana membuka matanya secara perlahan, tanpa Reynar ketahui kalau ia sebenarnya sudah sadar dari pengaruh obat penenang. Ia mendengar semua perkataan tentang penyesalan dan rasa cinta yang terdalam di hati pria yang juga sangat ia cintai.
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 735 kali sebagai contoh dialog cerpen
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status