Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Bagaimana bisa temannya ini yang jelas jelas duduk berdekatan tidak mendengarkan siswa itu berkenalan sama sekali. “Kurasa tadi telingaku sedang berlibur ke Paris” jawab Raina sembari memakan nasi gorengnya yang mulai dingin. “Ke Paris hanya beberapa detik saja? Ayolah dapat apa disana kalau hanya sekilas saja” kata Clara. Raina hanya menggeleng gelengkan kepalanya lalu tertawa kecil. “Siswa itu bernama Raynal Anggara, panggilannya Raynal” kata Clara.
18.9K viewsOngoingAdded to Library 433 Times as dialog cerpen
Read
+Library
Ternoda sebelum Malam Pertama

Ternoda sebelum Malam Pertama

Bersambung Hallo Kak, udah baca cerita baru author yang juga berlatar pesantren, berjudul "Pelacur pun Berhijrah?" baru jalan 3 bab dan sempat populer satu di KBM App. Ada event berhadiah 150 koin emas gratis. Cukup komentar di akhir cerita dan sebut nama F* Kakak agar aye bisa tag namanya di F* saat menang nanti. Hai Kak, sudah baca cerita Wafa yang lain? Sudah banyak yang end juga lho : 1. Dilamar Anak Kiai (end) 2. Istriku (berubah) Seksi (end)
1023.6K viewsCompletedAdded to Library 730 Times as dialog cerpen
Read
+Library
I Love You. And You?

I Love You. And You?

Tapi tidak mungkin buku diary-ku dijadikan bahan untuk membuat cerpen, kan? "Aku yakin kamu bisa." Sekali lagi Narendra meyakinkanku saat meluhat keraguan di wajahku. Saat ini kami sedang duduk berhadapan di warung soto Bu Jah selepas pulang sekolah. "Aku belum pernah bikin cerpen. Apalagi untuk lomba." "Kalau begitu, ini kesempatan yang bagus. Kalau kamu menang, kamu dapat pengalaman pertama. Kalau kamu kalah, kamu bisa belajar lagi."
105.8K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as dialog cerpen
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Pembaca yang Turun ke Cerita LOKASI: DIMENSI REALITA (DUNIA PEMBACA) STATUS WAKTU: BUKAN FIKSI, BUKAN NYATA Di balik layar komputer, di dalam ruang sunyi penuh cahaya biru, seorang gadis bernama Sera menatap layar monitor yang menampilkan kata terakhir dari Bab 112. Ia menggulir ke atas. Ke bawah. Tak ada yang baru. Tak ada pembaruan. Cerita berhenti. “Tapi… kenapa?” bisiknya. “Kenapa berhenti di situ?” Ia mengetik di kolom komentar: ‘Lanjut dong…’
1.9K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as dialog cerpen
Read
+Library
My Mafia

My Mafia

Bingung Caesar. Camelia menghela napas pasrah. Sepertinya ia harus menjelaskannya dari awal. Mengambil napas dalam-dalam Camelia pun menjelaskan mulai dari cita-citanya yang ingin menjadi penulis. Keinginannya untuk menerbitkan buku tapi selalu gagal karena ceritanya yang kurang bagus. Hingga ide untuk menjadikan Caesar sebagai imajinasi untuk cerita barunya. "Mengertikan kan apa yang aku maksud? Jadi, apa kau mau membantuku?
104.2K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as dialog cerpen
Read
+Library
Nada di Hati Sastra

Nada di Hati Sastra

Dan, kiss banyak2 karena sudah mengikuti sampai bab akhir 🤗🤗🤗 Mohon maaf atas segala typo, kekurangan, dan kekhilafan yang ada. Insya Allah kita ketemu lagi di cerita selanjutnya … Bisa cek igeh atau efbi Kanietha untuk info cerita lainnya yaaa ..... Kissseess 💋💋💋💋
1027.3K viewsCompletedAdded to Library 900 Times as dialog cerpen
Show Reviews (25)
Read
+Library
Waroeng Boneka Ulujami
dari awal cerita sudah bikin penasaran. suka bgt sama karakter nada yg ga menye² dan karakter sastra yg gercep. lebih suka cerita begini, ga terlalu drama tapi alur cerita tetap menarik. perkembangan karakternya bagus. thankyou author ...️
V3_
Baru kelar baca ini. Ceritanya seru & bagus, gak ada drama yg bertele-tele, bab nya juga gak banyak jadi gak bikin bosen. tingkah Nada sama Sastra kocak bikin ketawa sendiri bacanya. sukses dan sehat selalu buat Mbak Beb.
Read All Reviews
Pulang Kampung Bawa Sultan

Pulang Kampung Bawa Sultan

Berganti onepact meski tak buncit. Kami mengobrol. Bercerita hangat. Tentang ibu bapak, covid, GAR, perjalanan ke sini—ganti-ganti topik. “Adik dah sampai mana menulis?” tanyanya. “Saya punya banyak puisi, cerpen, dan novel pun.” “Ya, kah? Mana Abang tengok?” Aku mengambil laptop. Lalu menunjukkan satu folder. Abang melihat layar membaca huruf-huruf. Satu tangannya memainkan mouse laptop. Satu tangannya melingkar di pinggangku. “Seperti cerpen anak SD.” Dia berkomentar, jujur tanpa tenggang rasa.
9.781.7K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as dialog cerpen
Read
+Library
Bakti Seorang Menantu

Bakti Seorang Menantu

ucapnya sambil menatap iba. "Hahaha, kamu dah kayak kang puisi aja." "Aku penulis lho, Mal," ucap Tika. "Penulis apa?" "Cerbung," ucapnya. "Apa itu cerbung?" "Cerita bersambung, samacam novel. Aku nulis perhari satu part, dan aku up di aplikasi novel online," terangnya. Tapi aku tetap tidak mengerti dengan penjelasan Tika.
9.626.5K viewsOngoingAdded to Library 980 Times as dialog cerpen
Read
+Library
Kamu Duluan Selingkuh, Untuk Apa Menyesal

Kamu Duluan Selingkuh, Untuk Apa Menyesal

Dibandingkan Caterina yang memiliki kecerdasan luar biasa tapi tetap polos dan tidak pernah menyembunyikan apa pun darinya, kecerdasan Cery yang sebanding dengan Caterina namun jauh dari kata-kata polos. “Hanya tender yang berjalan lancar, tentu saja aku senang, kenapa? Apa kamu pikir ada hal lain?” jawabnya, Dominic tidak mungkin mengatakan bahwa Kendric akan menikah dengan Caterina. Cery ikut tersenyum lalu mengambil roti lapis dan mulai menikmatinya. “Tidak ada, Kakek sangat suka dengan uang? Kenapa tidak meminta ayahku untuk membuat beberapa perjanjian kerja sama dalam proyek lagi? Aku dengar proyek yang kemarin sudah hampir selesai, pemasarannya juga berjalan dengan stabil,” ujarnya di
2.7K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as dialog cerpen
Read
+Library
Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Ternyata ibu mengira kalau aku ngidam martil alias palu kecil. "Martel itu martabak telor, Bu. Bukan martil. Emangnya Santi itu kuda lumping?" kekeh bang Akmal setelah tawa kami reda. Ibu mengulum senyum lalu ikutan terbahak. "Oalah, kenapa harus disingkat-singkat sih?" balas mertuaku sambil memukul paha bang Akmal dengan tangan. Martilnya ibu letakkan di atas meja.
6.9K viewsCompletedAdded to Library 248 Times as dialog cerpen
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status