Jangan Baca Novel Ini!
Semua rentetan kejadian yang aku lihat kemaren, semua sudah dia baca, tapi begitu dia melihat notesku, di situ tertulis jelas seputar kerangka bab 3 novelku.
Pak Argan menatapku sejenak, lalu memintaku duduk tepat di sebelahnya. Lengan kiri gagahnya merangkul leherku, seolah bersiap mematahkan leherku jika aku menulis sesuatu yang tidak-tidak tentangnya. Namun, yang aku pikirkan malah tidak terjadi sama sekali.
Pria itu menyipit saat membaca bagian kerangka tentang perasaan hampa yang dirasakan tokoh prianya.