Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
Uban boleh saja mulai muncul di kepala, namun alih-alih itu menjadikannya sedikit lebih bijaksana, mulutnya justru semakin terasah dengan tajam!
Bagian terbaiknya, kata-kata kasarnya ini hanya akan jatuh pada anak buahnya, atau orang-orang yang memang telah lebih dulu dia kenal seperti aku.
"Apa yang membuatmu senyum-senyum, ha? Apa aku terlihat seperti badut sampai kau harus menertawaiku? Dasar brengsek!"
"Sorry Jems, barusan itu aku hanya ingin bilang, aku baru ingat kalau aku masih ada kawan lama di sini," balasku juga, lalu ikut tertawa-tawa.