Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Memang tak seberapa jauh, tapi untuk menjangkaunya bagaikan harus uluran tangan dari sini ke rembulan. Kau menghinaku jika menawarkan hadiah seperti kepompong retak itu, Pakar Pantun!" "Jangan menghinaku, Sumbaruni!" bentak Kadal Ginting. "Aku bukan seperti kepompong retak!" "Maaf, aku jengkel dengan tuanmu itu, Kadal Ginting!" sesal Sumbaruni. Kadal Ginting segera berpantun, "Celana kolor tersangkut getek. Hanyut terbawa air singgah di benua. Biar begini rupaku yang jelek. Tapi sekali lirik, perawan sedesa ikut semua."
1028.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 854 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

Pamanku yang satu ini mahir membuat pantun. “Bulan puasa memakan kurma. Satu butir untuk berdua. Yang menunggu lama-lama. akhirnya bersanding penuh bahagia.” “Eaaak,” sahut Can di depan paman kami berdua. “Langit membentang warnanya biru. Datang hujan menimpa batu. Selamat menempuh hidup baru. Semoga bahagia sepanjang waktu.” Aku tersenyum mendengar pantun pamanku.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 689 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

"Laki-laki itu tukang gombal, tukang bohong dan tidak bisa dipercaya selama mereka tidak punya tanggung jawab atas kelangsungan hidup kamu ke depannya. Mereka bisa mengucapkan janji apa saja, memberi kebahagiaan, mencintai seumur hidup, menikahi, bahkan melakukan sumpah pocong jika perlu. Pokoknya apa saja asal kamu bersedia terlentang pasrah dan menyerahkan milikmu yang paling berharga. Maka berhati-hati lah. Sungguh, banyak pria di luar sana yang bersedia bersumpah demi Tuhan, demi leluhur, dan demi neneknya, asal kamu bersedia lompat ke kasur bersamanya. Jadi ingat, setiap kamu akan di gombali dengan kalimat-kalimat receh yang seperti Abang katakan tadi, ingat-ingatlah semua kata-kata Aba
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 656 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

jawab Bumi sambil tersenyum. "Sejak kapan kau bisa menggombal, Bumi?" tanya Pandu sambil tertawa. "Nah ini hal yang selalu membuatku tak sepakat denganmu, Pandu... masalah penafsiran," jawab Bumi sambil tertawa. "Orang bicara jujur dan terbuka, kau tafsirkan gombal." "Itu bukan penafsiran," kata Rana tiba-tiba. "Itu buruk sangka."
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

Ternyata isi pesan tersebut adalah foto bergambar darah yang dikerumuni kumbang hitam. "Pak haji, istri saya ngirim foto ini," ucap Edwin sambil menunjukkan fotonya. "Dia bilang, barusan bapak saya muntah darah." Pak haji terbelalak. "Astaghfirullah, kumbang suruhan dukun bisa masuk rumah, siapa yang jail di sana, pasti ada perantaranya." "Bekas muntah adik saya juga dikerumuni kumbang, apa itu artinya--"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Si Buta Dari Sungai Ular

Si Buta Dari Sungai Ular

tanya si pemuda dengan wajah polos sambil menatap Ki Gombel. "Aku hanya ingin mengucapkan selamat atas keberuntunganmu." Ki Gombel menyeringai lebar "Buka!” tetapi justru kata-katanya diralatnya sendiri. “Tunggu!" Disambungnya kata-kata dalam hati, "Keparat! Jumlah dadu di dalam batok kelapa itu telah
1052.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai contoh pantun gombal
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
INovel terbaru saya PENDEKAR KERA SAKTI Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Baca Semua Ulasan
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Dia menghela napas dalam-dalam, dan rasa kesepian serta kesedihan terpancar di matanya. "Jika anak ini lahir di Bumi, dia pasti akan menjadi pangeran yang melankolis dan flamboyan..." Lin Yang mengeluh. Tak lama kemudian, semua kontestan naik ke panggung untuk membacakan puisi dan menggubah lirik, tetapi sebagian besar hasilnya biasa-biasa saja, dan beberapa bahkan mempermalukan diri sendiri. Apa maksud dari pepatah, "Sekumpulan ayam panggang terbang ke selatan, dan dua bebek panggang menuju ke utara"?
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

ujar Rendra. "Makanya baca doa, jangan asal merem aja," sungut Kunit, alias Kunti Genit. "Emang mimpi apa kamu?" tanya Posum alias Pocong Mesum. Rendra lalu menceritakan mimpinya itu, tanpa ada yang terlewat. Kedua "teman" mahluk halus itu mendengar dengan seksama. "Sepertinya, aku pernah mencuri dengar tentang kisah ini. Dari eyang buyut kamu, Ren," ungkap Kunit.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Satu Laki-Laki Empat Istri

Satu Laki-Laki Empat Istri

"Pasti pengen menua bersamaku, kan? Nggak usah dipinta, aku akan setia menemanimu." Rendra menyadari suara tawa Kresna. Meski pelan, namun membuatnya segera melerai peluk. Ia jawil hidung Kresna. "Pinter ya kalau gombal? Salah banget Mas gombalin kamu." "Lagian gombalan itu udah basi, Mas. Kan aku sering tuh gombalin Mas pake itu. Coba yang baru dong!" "Apa, hayo! Biasanya kamu suka banyak gombalan."
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Jangan Panggil Aku Gembul

Jangan Panggil Aku Gembul

ucapnya. Tapi Kinan terlihat bingung. "Elo ngomong ma gue?"tanyanya. "Hadeh, ya iyalah gembul. Emang ada siapa lagi yang badannya melebihi gajah disini, ha...ha...ha..., ujarnya diikuti teman yang lain. Sepertinya mereka 1 geng. "Minggir, gak!! Elo sadar gak seh elo daritadi ngalangin gue tau!!" Bentaknya kepada Kinan.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status