Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

tanyaku curiga “ini katanya dia ngelihat penampakan hantu di perpustakaan, dan dia langsung pingsan dan kepalanya berhamburan darah, untung aja dia selamat, kalau enggak dia bisa mati dijadiin tumbal” kata kakak kelas “tumbaal?” kata aku, rehan, syari bebarengan “tumbal untuk apa kak?” kataku “bisa aja untuk dia hidup kembali atau bisa jadi untuk dimakan sama tu setan” kata kakak kelas itu dan langsung pergi ke kwlas
8.314.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Kesombonganmu segera membawa dirimu pada kematian." "Aku kehabisan tata krama untuk curut congkak." "Bedebah!" "Kok marah? Si Gemblung saja tahu muka kalian kayak curut." "Siapa si Gemblung?" "Kudaku yang lagi bercinta di belakang pohon." Kedua pengawal Pangeran Tengkorak tidak dapat lagi menahan emosi. Mereka mulai memperagakan jurus maut. Angin yang ditimbulkan dari gerakan itu mengandung hawa racun yang sangat jahat.
9.947.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pantun gombalan maut
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Terima kasih buat semua readers, teristimewa untuk yang memberi quotes dan gem, kehadiran kalian telah memberi sumbangsih besar dalam penyelesaian cerita ini. Sudah terbit: Mengejar Cinta Puteri Bangsawan
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Cause I’m yours We keep behind closed doors, Every time I see you, I die a little more, Stolen moments that we steal as the curtain falls, It’ll never be enough As you drive me to my house, I can’t stop these silent tears from rolling down, You and I both have to hide on the outside, Where I can’t be yours and you can’t be mine But I know this, we got a love that is homeless.... (Saat kau memelukku di jalan, Dan kau menciumku di lantai dansa, Aku berharap bisa seperti itu, Mengapa kita tidak bisa seperti itu? Karena aku milikmu
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
CINTA DIAMBANG KEMATIAN

CINTA DIAMBANG KEMATIAN

Langkah kaki mereka terdengar terburu-buru dan mematikan, seolah siap menyergap sesuatu untuk segera dimangsa. Kini pria itu sendiri, merenung, memikirkan sesuatu yang tidak bisa kita bayangkan. *** “Om bhūta-pūrvāḥ, tamasi nibaddhāḥ, āgacchantu mama āhvānam..”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Adikku Adalah Maut

Adikku Adalah Maut

ucap Aril. "Baik tuan," sahut para art yang ada di dapur. Lalu ketika Sumanto dan 2 art lain membawa jasad pak Rahman ke ruang tamu mereka bertemu dengan Ruby yang baru keluar dari kamar. "Ada apa ini? Papa kenapa?" tanya Ruby dengan penasaran penuh. "Tuan meninggal dunia nyonya," ucap Sumanto. "Innalillahi wainnailaihi rojiun, ya Allah papa!" Ruby menangis lalu membantu untuk membawa jasad mertuanya ke atas kasur.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Ledakan debu kecil menyebar di bawah telapak kakinya, sebagai penyeimbang rasa sakit yang mulai menjalar lewat getaran suara yang menampar seperti cambuk tak kasat mata. Roh Cultivator Bambu di hadapan mereka masih duduk tegak, seperti patung leluhur yang hidup. Jemarinya terus menari di atas senar guzheng, mengalunkan lagu yang tak berasal dari dunia ini. Lagu kematian—resonansi spiritual tingkat tinggi yang bisa meledakkan tubuh dan jiwa hanya dalam satu kesalahan.
1052.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
MANTAN SUAMI MATI GAYA

MANTAN SUAMI MATI GAYA

POV Tama Proses pemakaman Mama akhirnya selesai. Tanah merah yang masih basah menutupi jasadnya. Aroma bunga setaman bercampur tanah basah menusuk hidungku. Satu per satu kerabat yang tadi ikut mengantar perlahan pergi. Langkah kaki mereka terdengar semakin menjauh, menyisakan aku, Raya, dan Bela yang masih bertahan di samping pusara.
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Catatan Rumi

Catatan Rumi

Tidak ada sedikitpun raut yang menunjukkan bahwa anak itu memiliki semangat hidup. "Bagi Rumi, luka seperti ini nggak ada apa-apanya bi. Rumi sama sekali nggak ngerasain sakit sedikitpun. Terserah Bibi mau tekan kuat luka Rumi atau sengaja bunuh Rumi, Rumi engga akan ngerasain sakit."
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

Cepat- cepat lelaki ini singkirkan diri sampai dua tombak ke samping. "Braaakkkl Byaaarr!" Sebagian batu empat persegi panjang dan dinding di belakang Maithatarun hancur berantakan. Asap aneh bercampur dengan kepingan serta hancuran batu berbentuk bubuk memenuhi ruangan dalam Goa Pualam Pamerah itu, menutupi pemandangan. Maithatarun cepat tutup jalan pernafasannya. Sesaat dia menunggu. Begitu melihat bayangan Jin Muka Seribu di depan sana. Dia segera menghantam dengan pukulan sakti bernama Kutuk Api Dari Langit.
9.5243.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.2K kali sebagai pantun gombalan maut
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Baca Semua Ulasan
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Cepat- cepat lelaki ini singkirkan diri sampai dua tombak ke samping. "Braaakkkl Byaaarr!" Sebagian batu empat persegi panjang dan dinding di belakang Maithatarun hancur berantakan. Asap aneh bercampur dengan kepingan serta hancuran batu berbentuk bubuk memenuhi ruangan dalam Goa Pualam Pamerah itu, menutupi pemandangan. Maithatarun cepat tutup jalan pernafasannya. Sesaat dia menunggu. Begitu melihat bayangan Jin Muka Seribu di depan sana. Dia segera menghantam dengan pukulan sakti bernama Kutuk Api Dari Langit.
1031.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status