Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Balas Dendam Bersama Om Tampan

Balas Dendam Bersama Om Tampan

Linda tersenyum, merasa senang Riyan ikut bermain-main. "Dia tak setara dengan Anda, dia Cemen pak!" Ucapan Linda berhasil membuat Riyan mendongak, menatapnya saat ia memainkan pulpen di jari. "Semua orang bilang kalau punya 'Om' itu tidak bisa 'bangun' dan lemah. Tapi kemarin-" "Cukup!" potong Riyan. Linda mengangguk, lalu berdiri. "Ya sudah kalau gitu pak Riyan, saya akan segera menyebarluaskan dokumen ini."
954 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Balada Sebutir Telur

Balada Sebutir Telur

bukannya menjawa namun Marwan malah menggombal dengan sang istri. “ih abang nih gombal” ucap lastri dengan wajah tersipu malu mendengar gombalan sang suami. “astaga kak lastri aku cari-cari ternyata asyik pacarana saja disini sama abangku” asna yang tiba-tiba datang mengkagetkan dua sejoli tersebut. “astaga asna, kalau abang jantungan mau kamu tanggung jawab” sewot arman karena ulah sang adek.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Berebut Pantas

Berebut Pantas

ucap Varen dengan ringan kata. Drama malam harus terjeda lantaran ibunya Varen menghampiri. Beliau menyuguhkan sepiring nasi goreng dengan timun dan telur mata sapi. “Anggap saja rumah sendiri, Nak. Kalau Varen usil, laporkan saja padaku.” Ibunya Varen menyampaikan dengan sikap ramah dan nada suara yang menenangkan. “Iya, tuh, Tante. Varen usil banget. Masa iya aku disuruh pergi,” adu Satria dengan wajah tengilnya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
JANDA MENAWAN DIKEJAR CINTA BRONDONG SULTAN

JANDA MENAWAN DIKEJAR CINTA BRONDONG SULTAN

Salah satu yang dia temukan adalah dengan cara menggombali wanita matang yang telah dihalalkannya itu. Menurut artikel yang Pak Beni baca, hasil eksperimen yang dilakukan oleh para ahli bahasa dan saraf tersebut menunjukkan, bahwa kemampuan menggombal identik dengan proses berpikir yang lebih rumit. Saat menciptakan rayuan gombal, ada lebih banyak bagian otak yang mengatur sistem bahasa yang akan diaktifkan. Oleh sebab itu, secara tak sadar, wanita mengartikan gombalan sebagai wujud kreativitas dan kecerdasan otak seseorang. “Ish, Ayah bisa aja bikin Bunda makin cinta,” ucap Bu Zahro seraya mengeratkan pelukannya dari belakang tubuh sang suami.
1036.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 834 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Masih POV Aswin Aku berbalik badan untuk melihat wanita yang paling kubenci itu. Senyum sinis tersungging saat melihat wanita berpenampilan lusuh itu kini berdiri di hadapanku dengan membawa sebuah piring berisi bubur. "Tumben makan bubur nasi, biasanya makan bubur singkong. Dapat beras dari mana kalian? Atau jangan-jangan kalian mencuri di warungku ya?"
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa Gombal

Kaisar Dewa Gombal

katanya. Ia naik sedikit lebih tinggi. Satu meter. Dua meter. Angin di ketinggian itu lebih kencang, jubah tipisnya berkibar, dan dari sini ia bisa melihat seluruh halaman perguruan yang penuh rumput liar, atap aula yang berlubang empat, dan Cempaka yang berdiri di bawah menatapnya dengan ekspresi yang kalau bisa diartikan berbunyi, aku tidak terkesan. "Cempaka," kata Bagas dari ketinggian dua meter, "Kamu cantik seperti bintang di malam hari. Sayang kamu kuda."
575 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Senyum itu dingin, sinis, dan penuh ancaman tersembunyi. “Arya Dirgantara?” ia mengulang nama itu, seolah mencicipi sampah. “Ah, si pecundang itu. Ya, aku pernah dengar. Kabar burung mengatakan dia hanyalah sepotong sampah yang tidak berharga yang akhirnya dibuang oleh keluarganya. Kenapa aku harus repot-repot mengenalnya?”
10742 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Gadis Lugu Tertindas, Dipungut Paman Tampan

Gadis Lugu Tertindas, Dipungut Paman Tampan

bujuk Sandra dengan manis. Ofi yang semula murung langsung semringah. Dia menatap Sandra dengan berkaca-kaca. "Benarkah? Apa tidak apa-apa?" "Tentu saja tidak apa-apa!" Sandra bangkit dari duduknya. "Ayo!" Dia menggandeng tangan Ofi dan menuntunnya ke mobil. Mereka menuju ke sebuah butik khusus yang menjual gaun pengantin. ***
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

katanya pelan sambil mengusap rambut Nayara yang terurai. “Duh, gombalnya mulai lagi. Salah urat beneran baru kerasa repot nanti!” “Gombal itu seni bertahan hidup bagi suami, Sayang,” ucapnya dengan nada pura-pura bijak. “Kalau suami nggak bisa gombal, rumah tangga bisa gawat.” Nayara tak kuasa menahan tawa. “Mas, aku tuh pengen tahu, kamu dulu sebelum nikah, se-gombal ini juga nggak sih?”
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Ia tampak enggan membuat pantun juga tak pandai. "Hehe, tidak bisa," katanya menyengir. "Ah, tidak seru! Satu sajalah. Seorang pengacara masak tidak bisa pantun?" Alifa memaksa. Ketika dia menatap wajah Amanda antusias, dia menyadari bahwa dia membutuhkannya. "Baiklah." Ia terpekur sejenak dan mulai melontarkan pantunnya. "Satu...dua...tiga...adalah bilangan...."
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai contoh pantun gombal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status