Choice
Bibir Zahra manyun.
“Mending ente mandi kembang tengah malam, siapa tahu dapat wangsit.”
Zahra tersenyum malu sembari memukul bahu Ray. “Dasar Ray PA.”
“Balik, yuk. Ngantuk, nih,” ajak Riyan.
“Nggak, deh, aku nanti aja.” Ray membuka buku ekonominya.
“Aku juga nanti aja.”
“Kalian, ya, ternyata,” Riyan manggut-manggut. “Ngomong aja kalau mau pacaran.”
Hot Chapters