Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

Asem manis rasanya dicocol sama kecap, enak. Bertubuh bongsor sejak TK, banyak anak yang suka membully. Akan tetapi dia tidak menangis tapi lebih suka melawan karena ibunya dulu selalu berkata, " Tidak usah menangis, lawan orang yang menyakitimu!"
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai contoh puisi bullying
Baca
+Pustaka
The Return of Friendship Shoes

The Return of Friendship Shoes

Setelah di rasa menemukan buku yang di cari, Darel melangkahkan kakinya menuju salah satu meja dengan kursi panjang yang lagi-lagi berada di sudut perpustakaan. Perlahan, Darel mulai menenggelamkan diri dengan lembar-lembar kertas pada halaman buku tersebut. Membuat imajinasi tentang luar angkasa itu membawanya, menemukan senang. Bahkan sesekali ia juga menulis pada buku kecil bersampul bintang di hadapannya. Saat sedang asik menulis, dua orang datang merebut buku kecil. Menginjak buku itu dengan kaki mereka yang beralas sepatu bermerk mahal. Mereka tertawa senang, sedang Darel hanya terdiam melihat buku miliknya sudah tidak terbentuk. Bahkan sampul yang baru ia kreasi tadi malam kini sudah
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai contoh puisi bullying
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda

Bahwa saat salah satu keluarganya berselingkuh dan berniat bunuh diri bahkan hampir cerai, Alara di bully oleh teman satu kelasnya. "Aku kelas 2 SMA waktu itu. Aku pikir masalah ini nggak bakal nyampe ke telinga temen-temen aku tapi salah satu keluarga mereka ada yang tinggal di lingkungan yang sama bareng aku. Bukan aku pelakunya, bukan juga Mama dan Papa. Tapi saudara Mama yang selingkuh dan aku yang kena bully anak-anak sekelas. Aku dijadiin bahan omongan, aku dijauhi, dan aku dihindari seolah-olah aku penyakit menular. Abang pikir aku masih kudu waras?"
7.79.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai contoh puisi bullying
Baca
+Pustaka
Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Tibalah saatnya mendengarkan kata-kata indah dari Copy Cats. “Penghianat! Kekasih seorang penghianat! Remaja yang kalah saing dan masih saja usaha ingin tampil lebih hebat! Tawanan yang kabur dan ingin balas dendam! Seorang kakak pendiam yang selalu jadi sasaran bully dari adik kandungnya sendiri! Adik kurang ajar yang dewasa sebelum waktunya! Dan, terakhir, ah, kamu tidak penting. Kamu bahkan tidak diberi waktu bicara oleh teman-temanmu, jadi aku pun tidak perlu repot-repot menghinamu!” cerocos Copy Cats.
1012.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai contoh puisi bullying
Baca
+Pustaka
Dark White

Dark White

Ia membungkuk dengan kedua tangan bertumpu pada lututnya. Bella kembali berlari secepat yang ia bisa. Harapannya semakin ia cepat berlari maka semakin cepat pula ia lupa tentang masalahnya. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Ia seperti bisa mendengar orang-orang sedang menghujatnya saat ini. “Wanita tidak tahu diri!” “Dasar bermuka dua!” “Apa dia tidak malu? Aku curiga dia benar-benar melakukan bullying dan berakting seolah dia tidak melakukannya. Zaman sekarang semua bisa dibeli dengan uang.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai contoh puisi bullying
Baca
+Pustaka
The Baby (INDONESIA)

The Baby (INDONESIA)

Ini sudah panggilan ke sepuluh, namun Resya masih mengabaikan panggilannya. "Gimana, Mel?" Suri bertanya, raut Suri juga sama pucatnya dengan Melati dan Jefri, wajar saja, mereka bertiga baru selesai menonton video perundungan yang di lakukan oleh murid sekolah elit dan ternama di Jakarta. Yang mengejutkan nya, Resya ada di dalam video itu sebagai korban bully mereka. Mata Suri, Melati dan Jefri melihat bagaimana Resya di tarik, di jambak, di pukul dan di tendang. Siapa yang tidak lemas saat melihat seseorang yang dikenal menjadi korban bully yang di pukuli dengan segitu kejamnya?
9.7162.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai contoh puisi bullying
Tampilkan Ulasan (81)
Baca
+Pustaka
ww afts
B.A.G.U.S B.A.N.G.E.T C.E.R.I.T.A.N.Y.A💐😊 Rekomondasi cerita terbaik ini, seru apalagi sedihnya kerasa bgt, nyampe ke readers, alurnya ringan ngg terlalu berat tp sekali baca siap² tisu berlembar². Pling keren authornya bisa buat cerita sebagus ini, cerita yg lainpun ngg kalah bagus pake banget💓
Aidasatri Yudianti
Bagus ceritany , meskipun awal ceritany "menyeramkan" penuh dgn kekerasan, bully membully tapi banyk yg bisa diambil dr sebab akibat dr cerita ini ... ceritany jg tdk bertele²n tdk bulet jempol buat kk Authorny
Baca Semua Ulasan
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

Senyum Ibu Sri yang lembut, tatapan hangat seorang ibu pada anaknya — membuat dadanya tiba-tiba sesak. Ia membayangkan keadaannya saat ibunya masih hidup dulu. Ibunya juga sangat menyayanginya. Namun ia segera menunduk, menyembunyikan perasaan itu. Ia tidak mau mengingat masa lalu yang membuatnya bersedih. Ia menatap layar laptop, membaca ulang kalimat pembuka yang baru saja mereka susun bersama: “Bullying bukan sekadar ejekan. Ia adalah luka yang tak selalu tampak, tapi bisa berujung pidana.”
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 562 kali sebagai contoh puisi bullying
Baca
+Pustaka
Cinta Bersegi

Cinta Bersegi

"Iya, Pa. Aku juga suka nulis-nulis, pernah aku up cerpen di sebuah komunitas literasi. Aku nggak kuat Pa ...," "Lho, kenapa nggak kuat, apa sebabnya?" "Aku nggak kuat menghadapi bully-an para pembacanya, Pa. Banyak mereka menganggap apa yang aku tulis itu kisah nyata. Jadi misalkan aku menulis sesuatu yang kadang-kadang membuat mereka emosi atau tertawa, mereka bertanyanya pengalaman pribadi, ya?" jawab gadis ini sambil menarik nafas panjang, "ini tidak apa-apa, yang mengerikan adalah kadang sampai ke inbox juga, Pa. Aku di caci-caci, padahal cerpen-cerpen yang aku buat itu kan mengkhayal? Repot, ya? Jadi seorang penulis itu kudu kuat mentalnya."
9.94.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai contoh puisi bullying
Baca
+Pustaka
MENANTU JENDERAL NAGA EMAS

MENANTU JENDERAL NAGA EMAS

“Kau sering sekali menantang ku duel satu lawan satu. Aku kerap menganggap kau sudah gila. Panggilan bocah hanyalah sindiran halus untuk banci lemah seperti mu. Ingat, selama puluh tujuh tahun kau tersiksa. Kau adalah korban bully terparah sepanjang sejarah. Tidak salah kalau aku memanggil mu bocah, karena kau memang masih bocah.” “Tapi itu menurut seorang kakak yang bodoh,” damprat Bryan sengit. Dia mendengus geram lalu meledek, “Tidak hanya bodoh, tapi kau juga kejam. Tidak ada lawan mu, kecuali aku. Kau keji dan tidak punya hati.”
8.527.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai contoh puisi bullying
Baca
+Pustaka
THE INCREDIBLE GIRL

THE INCREDIBLE GIRL

sambung Mila dan Loli panjang lebar menasehati. "Ma-maaf, seharusnya kamu tidak perlu bertindak seperti pahlawan untuk menolongku, mereka orang jahat. Mereka pasti akan mengganggumu." sela si gadis berkacamata itu. Vey menghela nafas perlahan kemudian tersenyum tenang, "Gue bukan mau jadi pahlawan, tapi gue cuma nggak mau ada tindak bully di sekolah ini, karena gue tau gimana rasanya di bully," ucap Vey dengan mata menerawang.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai contoh puisi bullying
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status