Istri yang Kau Remehkan
Suri seketika meraung-raung histeris kala pintu rukonya rebah diterjang ganasnya api yang berkobar kian besar.
"Tidak apa-apa, Suri. Tidak apa-apa. Nanti kamu bisa mulai merintisnya kembali pelan-pelan. Ingatlah orang yang kuat itu adalah orang yang mampu bangkit lagi, setiap kali ia terjatuh. Bukankah definisi sukses itu terjatuh sembilan kali, dan bangkit sepuluh kali?" Sembari memeluk tubuh gemetar Suri, Damar memberikan kalimat-kalimat penguat. Sungguh, ia tidak tega melihat Suri histeris seperti ini.
"Bagaimana dengan pameran di Jakarta Covention Center, Pak? Yang di Prancis juga? Waktunya tinggal dua minggu lagi, sementara semua kreasi saya tinggal debu di depan sana."
Hot Chapters