Love, Lies, and The Price of Desire
Di seberang ruangan, lima wanita berpakaian elegan bercakap-cakap dalam bahasa Prancis yang hidup, suara mereka mengalun di tengah semarak pesta.
“Aku akan menemui mereka,” kata Miriam tanpa menoleh kepada putranya. Miriam menghampiri sahabat lamanya, Colette, dengan pelukan hangat, kedua wanita ini saling bertukar ciuman di kedua pipi seperti kebiasaan mereka. “Ma chère Colette, toujours élégante,” Miriam berdecak, mengagumi busana sutra emas Colette yang menawan dalam balutan syal bulu berwarna putih bersih. “Kalau saja kita bisa meminjam sedikit mood Paris, mungkin kita tak perlu bersusah payah membawa keanggunan ke kota ini.”
Hot Chapters